
SANGATTA – Suasana antusias tampak di Aula SMKN 2 Sangatta Utara saat Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sekolah setempat kembali dihidupkan usai tertidur lelap selama beberapa tahun. Mengawali kebangkitannya, organisasi kesehatan reproduksi remaja ini menggelar orientasi akbar yang dirangkai dengan pelatihan public speaking bagi seratus pelajar, Jumat (11/9/2026).
Dari total 100 peserta yang memadati aula, 89 orang merupakan pengurus baru PIK-R, sementara sisanya melibatkan anggota Dewan Ambalan serta perwakilan internal sekolah.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah, menyambut hangat momentum kebangkitan ini. Staf Ahli Bupati Kutim tersebut menilai keberadaan PIK-R merupakan benteng pertahanan krusial bagi generasi muda dari paparan arus negatif era modern.
“Kegiatan ini sebagai wadah untuk anak-anak remaja. Mudah-mudahan bisa berkesinambungan dan berjalan sesuai harapan,” ujar Yuri, sapaan akrabnya, sembari menekankan urgensi estafet kepemimpinan agar torehan positif para senior kelas 12 tidak terputus.
Lebih jauh, Yuri menggarisbawahi relevansi penguasaan teknik berbicara di depan umum bagi profil lulusan sekolah kejuruan. Mengingat mayoritas alumni SMK langsung menyongsong bursa kerja, keterampilan komunikasi dinilai menjadi penentu utama saat menghadapi fase krusial rekrutmen perusahaan.
“Ketika dites itu pasti ada wawancara. Dengan public speaking, paling tidak kita bisa berbicara dengan jelas. Kalau tidak punya pengalaman dan hanya mengandalkan sekolah biasa, kita akan tertinggal,” tandasnya.
Pandangan senada diutarakan Pembina PIK-R SMKN 2 Sangatta Utara, Diah Riski Utaminingsih. Menurutnya, menu pelatihan ini sengaja difokuskan untuk memecah kebuntuan mental siswa yang kerap gugup saat berhadapan dengan HRD perusahaan, meski memiliki nilai akademis memadai.
“Banyak anak secara tertulis lulus, tapi pas wawancara tidak bisa karena grogi,” ungkap Diah.
Ia menjelaskan, orientasi perdana ini tidak sekadar membekali teknik komunikasi lisan, tetapi juga menyertakan materi komprehensif dari DPPKB terkait program pokok PIK-R, yang dirangkai dalam agenda padat hingga Sabtu siang.
Sementara itu, Wakil Kepala SMKN 2 Sangatta Utara, Nahiyana Abdula, mengingatkan para siswanya agar waspada terhadap turbulensi fase remaja. Di tengah cengkeraman era digital, ancaman seperti perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga perkawinan anak menjadi momok nyata yang harus dilawan bersama.
“Kalian adalah remaja, masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Dengan mengikuti kegiatan ini, kalian bisa menjadi agen perubahan untuk menyebarkan pengaruh positif kepada sesama rekan sebaya,” pesannya.(Adv)
![]()

