SANGATTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Timur mendapat pengawalan ketat dari aspek kesehatan dan higienitas. Jajaran Kepolisian Resor Kutai Timur melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) bergerak cepat melakukan uji keamanan pangan atau food safety terhadap menu makanan yang disiapkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kutim, Kamis (29/10/2026) kemarin. Langkah preventif ini dilakukan demi memastikan seluruh makanan yang sampai di tangan masyarakat benar-benar higienis dan layak konsumsi.
Inspeksi mendadak sekaligus uji laboratorium lapangan tersebut dimulai sejak pukul 07.00 Wita. Operasi pengawasan ini melibatkan tim gabungan yang terdiri atas personel Sidokkes, Seksi Pengawasan (Siwas), serta Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Kutim. Kehadiran tim gabungan ini menegaskan komitmen pengawasan berlapis agar distribusi bantuan pangan berjalan tanpa celah kesehatan.
Adapun menu MBG yang menjadi objek pemeriksaan hari itu terdiri atas sajian lengkap berupa nasi daun jeruk, ayam saus mentega, tempe goreng, tumis sayur, hingga buah segar berupa anggur. Pengujian dilakukan secara cermat terhadap sampel makanan dalam kategori porsi kecil maupun porsi besar.
Dalam pelaksanaannya, tim medis kepolisian menerapkan dua metode pengujian utama. Pertama, pengujian secara kimiawi untuk mendeteksi keberadaan lima zat berbahaya, yakni sianida, formalin, boraks, arsen, dan nitrit. Kedua, pemeriksaan organoleptik yang menitikberatkan pada penilaian fisik makanan meliputi bentuk, warna, bau, serta cita rasa.
Berdasarkan laporan resmi hasil pemeriksaan laboratorium di lokasi, seluruh sampel menu dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya. Seluruh parameter uji memenuhi standar baku yang dipersyaratkan, sehingga makanan tersebut dipastikan aman dan layak untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah menekankan bahwa pengawasan mutu pangan merupakan pilar krusial dalam menyukseskan program MBG. Menurutnya, kualitas gizi harus selalu sejalan dengan jaminan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.
“Pemeriksaan keamanan pangan ini merupakan langkah penting untuk memastikan makanan yang disajikan kepada penerima MBG layak dikonsumsi. Pengawasan harus dilakukan secara konsisten agar aspek keamanan dan kualitas makanan tetap menjadi perhatian utama,” ujar Kapolres Aryansyah.
Berdasarkan data operasional harian, distribusi ribuan porsi makanan sehat ini menyasar berbagai kelompok penerima di wilayah Sangatta. Sasaran tersebut mencakup 387 warga di posyandu, 126 anak didik di TK Bhayangkari, 747 siswa di SDN 011, serta 439 pelajar di SDN 015. Total keseluruhan penerima manfaat yang tercatat mencapai 1.699 orang, yang meliputi peserta didik, anak-anak, para guru, hingga kader posyandu.
Untuk memastikan ketepatan waktu distribusi, proses pengiriman makanan ke berbagai titik sasaran didukung oleh dua unit kendaraan operasional khusus. Melalui pengawasan ketat dan berkala semacam ini, Polres Kutai Timur tidak hanya berpartisipasi menyukseskan program strategis nasional, tetapi juga konsisten mengawal kesehatan masyarakat melalui standar keamanan pangan yang dapat dipertanggungjawabkan.(*/Ltr1)
![]()

