SANGATTA – Perhelatan akbar Pekan Raya Kutim Expo 2026 di kawasan Lapangan Alun-alun Bukit Pelangi, tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ajang rekreasi dan hiburan semata. Di tengah lautan pengunjung yang memadati area pameran untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim turut ambil bagian dengan menghadirkan stan edukatif yang menarik perhatian publik.

Melalui gerai pameran tersebut, Dishub Kutim secara aktif memperkenalkan berbagai program kerja, ragam layanan transportasi, hingga materi edukasi keselamatan berkendara guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketertiban di jalan raya.

Sekretaris Dishub Kutim, Masrianto Suriansyah, menjelaskan bahwa keikutsertaan instansinya dalam pameran ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan mobilitas publik yang aman. Berbagai tugas pokok dan fungsi instansi turut dipamerkan secara transparan, mulai dari penyediaan sarana prasarana lalu lintas, pengawasan operasional jalan raya, pelayanan angkutan umum, pengujian berkala kendaraan bermotor, hingga dukungan terhadap keselamatan transportasi perairan yang menjadi kewenangan daerah.

“Melalui pameran ini, kami ingin masyarakat mengetahui apa saja yang dikerjakan Dishub. Transportasi bukan hanya soal kendaraan dan jalan, tetapi juga menyangkut keselamatan, ketertiban, serta kemudahan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Masrianto, Rabu (14/10/2026).

Guna menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan usia, stan Dishub dirancang secara interaktif dengan menampilkan miniatur jaringan jalan lengkap beserta perlengkapan kelengkapan lalu lintas. Tersedia pula berbagai alat peraga edukatif yang dirancang khusus untuk mengenalkan fungsi rambu-rambu jalan serta menanamkan pentingnya kedisiplinan berlalu lintas sejak dini.

Menurut Masrianto, edukasi keselamatan jalan raya tidak boleh berhenti pada tataran teori, melainkan harus ditanamkan secara konsisten kepada generasi muda, khususnya para pelajar yang berkunjung ke lokasi pameran. Pihaknya menyadari bahwa pembangunan infrastruktur fisik semegah apapun tidak akan memberikan hasil yang optimal tanpa diimbangi oleh kesadaran perilaku pengguna jalan yang tertib dan bertanggung jawab.

“Rambu dan fasilitas keselamatan memang penting, tetapi kesadaran pengguna jalan juga tidak kalah penting. Kami berharap pengunjung, khususnya anak-anak dan pelajar, bisa belajar sejak dini tentang cara berlalu lintas yang aman,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia memandang bahwa perhelatan Pekan Raya Kutim Expo yang berlangsung sepekan penuh dari tanggal 12 hingga 18 Oktober 2026 ini merupakan ruang komunikasi publik yang sangat strategis. Sesuai dengan semangat perayaan hari jadi tahun ini, yakni “Kutai Timur Berdaya, Tumbuh Bersama”, ajang pameran menjadi titik temu antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas untuk saling berinteraksi secara langsung.

“Expo ini bukan hanya tempat untuk melihat-lihat stan atau menikmati hiburan. Masyarakat juga bisa mendapatkan informasi tentang program pemerintah. Bagi kami, kesempatan bertemu langsung dengan warga penting untuk menjelaskan pelayanan yang tersedia dan mendengar kebutuhan mereka,” tutur Masrianto.

Melalui kehadiran stan interaktif ini, Dishub Kutim berharap rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Kutim dapat memberikan dampak edukatif yang luas bagi masyarakat. Kunjungan ke area pameran tidak sekadar meninggalkan kesan rekreasi yang menyenangkan, tetapi juga membekali warga dengan pengetahuan praktis seputar keselamatan berlalu lintas yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi menciptakan perjalanan yang aman bagi semua.(Adv)

Loading