SANGATTA – Denyut kemeriahan Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2026 yang dihelat di Lapangan Alun-alun Bukit Pelangi, Rabu (14/10/2026), menyuguhkan beragam warna dan potensi dari berbagai penjuru wilayah. Di antara deretan stan kecamatan yang berjejer rapi memamerkan keunggulan daerah masing-masing, stan Kecamatan Batu Ampar sukses mencuri panggung dan menarik perhatian antusias para pengunjung.
Bukan sekadar menyajikan brosur informasi atau kerajinan tangan biasa, wilayah yang dikenal dengan kesuburan tanahnya ini memanjakan indra perasa para pengunjung melalui kelezatan produk kuliner khas hasil tangan perajin lokal, yakni dodol nanas dan selai nanas asli.
Aroma manis berpadu semerbak begitu pengunjung melangkah mendekati area pameran Kecamatan Batu Ampar. Di atas meja penyajian, toples-toples berisi selai nanas bertekstur lembut tampak tersusun apik di sebelah jajaran dodol nanas tradisional yang legit. Produk olahan tersebut bukan sekadar penganan biasa, melainkan representasi nyata dari melimpahnya komoditas buah nanas yang menjadi kebanggaan warga di kawasan pedalaman Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tersebut.
Udin, salah seorang petugas yang sigap menjaga stan Kecamatan Batu Ampar, tampak sibuk melayani rasa penasaran pengunjung yang datang silih berganti. Dengan ramah, ia menjelaskan bahwa keikutsertaan kecamatan mereka dalam ajang pameran tahunan ini bertujuan memperkenalkan potensi agrikultur lokal sekaligus mendongkrak taraf ekonomi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
“Produk olahan nanas ini adalah hasil karya langsung dari masyarakat kami di Batu Ampar. Kami ingin menunjukkan bahwa buah nanas lokal tidak hanya nikmat dikonsumsi langsung, tetapi juga memiliki nilai ekonomis tinggi jika diolah secara kreatif menjadi dodol dan selai berkualitas,” ujar Udin.
Inisiatif menghadirkan produk pangan lokal bernilai tambah ini sejalan dengan visi besar pengembangan wilayah. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman seringkali menyebutkan bahwa Batu Ampar dikenal luas sebagai salah satu daerah sentra penghasil nanas utama, khususnya yang berpusat di Desa Himba Lestari.
Sebelumnya, Camat Batu Ampar, Akhmadsyah, juga kerap menekankan pentingnya hilirisasi produk pertanian di wilayahnya agar tidak berhenti pada penjualan komoditas mentah.
“Potensi agrikultur yang melimpah harus didorong pengolahannya agar tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar yang rentan terhadap fluktuasi harga pasar, melainkan bertransformasi menjadi produk olahan awet yang memiliki daya saing luas,” tegas Akhmadsyah.
Daya tarik kuliner khas Batu Ampar ini terbukti ampuh memikat hati masyarakat Sangatta dan sekitarnya. Sejak gerai dibuka, banyak pengunjung memborong selai nanas untuk dijadikan oleh-oleh keluarga di rumah, sementara sebagian lainnya asyik mencicipi kenyalnya dodol nanas dengan perpaduan rasa manis-asam yang khas. Kehadiran stan ini tidak hanya mendongkrak omzet perajin lokal, tetapi juga sukses memperkenalkan kekayaan kuliner Batu Ampar ke kancah yang lebih luas.(Adv)
![]()

