SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Stasistik, dan Persandian (Diskominfostaper) terus memacu pemerataan konektivitas digital di seluruh wilayah. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi menjadi prioritas utama guna membebaskan masyarakat dari keterisolasian sinyal (blank spot).
Kepala Diskominfostaper Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-27 Kabupaten Kutim, Senin (12/10/2026).
Ronny menjelaskan, target cakupan internet Pemkab Kutim menyasar 139 desa, 2 kelurahan, serta 15 desa persiapan. Pada tahap awal, penyediaan akses internet difokuskan pada titik-titik vital pelayanan publik, khususnya kantor desa.
“Target kita kan 139 desa, 2 kelurahan, dan 15 desa persiapan itu paling tidak selalu ada internet. Cuma sementara ini tidak berbicara jangkauan dulu, tetapi titik. Jadi titik itu berbicara bahwa di kantor desa otomatis ada internetnya,” ujar Ronny.
Ke depan, pihaknya merancang pengembangan jaringan internet yang tidak hanya terbatas pada titik kantor desa, melainkan mencakup area yang lebih luas (coverage). Untuk merealisasikannya, Pemkab Kutim menyelaraskan langkah dengan program “Gratispol” dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) guna mencegah terjadinya tumpang tindih (overlapping) pembangunan infrastruktur di lapangan.
“Kita berkolaborasi dengan Gratispol-nya provinsi. Kemarin kita sudah berkoordinasi dengan provinsi supaya tidak ada benturan atau tabrakan titik pembangunan,” jelasnya.
Sebagai solusi jangka panjang yang andal, Diskominfostaper Kutim berencana mengalihkan seluruh jaringan komunikasi berbasis serat optik (Fiber Optic/FO). Teknologi ini dinilai lebih hemat biaya, efisien, serta tahan terhadap gangguan cuaca.
Guna memperkuat jaringan tersebut, pihak Kominfo Kutim juga telah mengajukan permohonan ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk penambahan menara Base Transceiver Station (BTS).
“Dua bulan yang lalu kami ke Komdigi untuk meminta bantuan tower dan BTS. Alhamdulillah tahun ini kita dapat satu BTS lagi di Batu Ampar, jadi totalnya sudah ada lima BTS,” tambah Ronny.
Ronny menegaskan, upaya penambahan bandwidth dan efisiensi anggaran terus dilakukan agar seluruh desa di Kutim dapat teraliri internet secara stabil. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen Pemkab Kutim dalam mewujudkan program bebas sinyal (merdeka sinyal) bagi seluruh masyarakat hingga ke pelosok daerah.(Adv)
![]()

