SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostaper) terus memperkuat transformasi digital guna memudahkan akses pelayanan kepada masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dihadirkan adalah peluncuran aplikasi terpadu bernama Terpadu Digital Kutim.

Kepala Diskominfostaper Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, menjelaskan bahwa kehadiran aplikasi ini bertujuan untuk menyatukan berbagai layanan dari sejumlah Perangkat Daerah (PD) agar masyarakat tidak kebingungan dalam mencari informasi maupun layanan pemerintah.

“Kebetulan, kebetulan kita punya Terpadu Digital Kutim. Nah di dalamnya itu ada aplikasi-aplikasi yang dimiliki oleh perangkat daerah itu kita integrasikan,” ujar Ronny usai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-27 Kutim, Senin (12/10/2026).

Saat ini, platform tersebut telah memuat sekitar 15 aplikasi yang berasal dari 10 OPD. Masyarakat dapat mengunduh aplikasi ini melalui Play Store, sementara pengembangan untuk pengguna perangkat berbasis iOS (App Store) tengah dipersiapkan.

Selain berisi layanan publik, aplikasi Terpadu Digital Kutim juga dilengkapi dengan fitur Learning Management System (LMS) untuk pembelajaran masyarakat, serta informasi seputar program-program pemerintah. Pihak Diskominfostaper secara bertahap terus memfilter aplikasi-aplikasi OPD yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat agar tidak terjadi tumpang tindih.

“Nanti masyarakat bisa membukanya dengan Play Store, dengan mengetik digital Terpadu Kutim. Maka di dalamnya nanti ada aplikasi-aplikasi yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan LMS, pembelajaran kepada masyarakat,” terang Ronny.

Sebagai langkah pengembangan ke depan, Pemkab Kutim menargetkan integrasi data secara menyeluruh melalui sistem Single Sign-On (SSO). Sistem ini nantinya juga akan dihubungkan dengan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) di tingkat kementerian.

“Kalau itu sudah sempurna, nanti kita akan coba di-SSO-kan. SSO itu adalah mengintegrasikan datanya semua. Dan kita akan lanjutkan kepada kementerian di-SPLP-kan, sistem penghubung layanan pemerintah. Apabila itu sudah diakui oleh kementerian lagi, maka dia semua terintegrasi semua,” pungkasnya.

Melalui inovasi digital ini, Pemkab Kutim berharap seluruh data dan pelayanan publik dapat terkoneksi dengan baik, sehingga masyarakat dapat merasakan kemudahan akses informasi pemerintah secara praktis dan terpusat.(Adv)

Loading