SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostaper) terus memperketat sistem keamanan siber guna mengantisipasi ancaman peretasan serta mengamankan pusat data pemerintah.

Kepala Diskominfostaper Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, menyatakan bahwa sistem keamanan siber di lingkungan Pemkab Kutim saat ini sudah menerapkan beberapa lapisan pengamanan yang bekerja sama langsung dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Dari sisi cyber, kita sudah menggunakan beberapa lapisan pengamanan sehingga mudah-mudahan sementara ini tidak ada (gangguan). Tapi ke depan mau enggak mau kita akan menyesuaikan terus nih, menyesuaikan kondisi-kondisi. Tapi dari sisi cyber kita sudah aman, alhamdulillah, dan kita juga melakukan itu bekerja sama dengan BSSN,” ujar Ronny usai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-27 Kutim, Senin (12/10/2026).

Ronny mengungkapkan, pemerintah daerah bahkan dapat menerima teguran dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) apabila lalai dalam mengantisipasi atau menangani potensi serangan siber, belajar dari insiden serangan yang sempat dialami oleh bagian humas sebelumnya.

Guna menekan celah kerentanan tersebut, Diskominfostaper menerapkan kebijakan ketat agar seluruh aplikasi pelayanan publik (e-public) wajib terpusat di bawah pengelolaan Kominfo. Langkah ini dinilai penting agar seluruh data terdata dengan baik dan terhindar dari risiko serangan pihak luar maupun hacker.

“Makanya cuma satu syaratnya bahwa semua e-public harus di Kominfo biar terdata semua, sehingga tidak ada yang dari luar. Kenapa? Kalau dari luar akan berisiko untuk diserang oleh hacker dan sebagainya itu akan lebih terbuka, tapi kalau ada di kita (dikelola Kominfo), dan kita juga melakukan itu bekerja sama dengan BSSN,” jelas Ronny.

Selain pengamanan aplikasi, pihak Diskominfostaper juga terus memantau ketahanan server di Pusat Data Nasional (PDN). Sebagai langkah mitigasi dan pengamanan ganda (backup), pemerintah daerah turut mengantisipasinya dengan menempatkan cadangan data melalui kerja sama dengan Telkom.

“Dan kita coba teliti juga server kita di PDN, Pusat Data Nasional. Namun sementara belum ada jawaban, tapi sementara ini untuk mengantisipasinya kita coba untuk ditaruh di Telkom. Supaya ada backup-an data yang tidak satu tempat,” pungkasnya.(Adv)

Loading