SANGATTA — Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostaper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berkomitmen untuk mengoptimalkan penyebaran (diseminasi) informasi hingga ke pelosok-pelosok desa. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses informasi yang akurat serta menekan dampak berita bohong atau hoaks.
Kepala Diskominfostaper Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya membagi tugas kepada rekan-rekan media agar lebih fokus meliput pembangunan nyata di tingkat desa. Peliputan diharapkan tidak hanya bersifat seremonial semata, melainkan mengangkat fakta riil di lapangan agar capaian kinerja pemerintah dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
“Ke depannya bahwa desiminasi atau penyebaran informasi itu sampai ke pelosok-pelosok sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tidak mendapatkan informasi atau berita,” ujar Ronny usai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-27 Kutim, Senin (12/10/2026).
Ronny juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap berbagai laporan atau aduan dari masyarakat. Pemerintah daerah berupaya memberikan penjelasan serta edukasi yang transparan apabila menemui kendala di lapangan, termasuk berkoordinasi langsung dengan penyedia layanan telekomunikasi (provider) jika terjadi gangguan infrastruktur.
“Kemarin contohnya ada beberapa laporan, kemarin saya dapat info ada tiang provider roboh, kami langsung dapat informasi tersebut, ya kita koordinasikan provider, sudah dibereskan. Sehingga laporan masyarakat kalau bisa semua OPD juga melakukan hal yang sama untuk menanggapi laporan masyarakat,” jelas Ronny.
Melalui optimalisasi keterbukaan informasi, edukasi publik, serta pemanfaatan platform digital yang terintegrasi, Diskominfostaper Kutim berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi resmi dan terhindar dari kebingungan informasi di ruang publik.(Adv)
![]()

