SANGATTA – Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian Pemerintah Desa Himba Lestari, Kecamatan Batu Ampar setelah akses listrik di wilayah tersebut mulai teratasi. Kini, pemerintah desa mendorong pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Desa (SPAMDes) untuk menjawab kebutuhan air bersih warga.
Kepala Desa Himba Lestari Firmansyah mengatakan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat ditunda, sehingga pihaknya terus mencari peluang agar pembangunan sarana penyediaan air dapat direalisasikan.
“Ini kebutuhan rakyat, sangat dibutuhkan sekali air minum ini,” kata Firmansyah, Rabu (30/9/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah desa sebelumnya telah mengusulkan pembangunan sarana air bersih melalui SPAMDes. Namun, rencana tersebut masih menghadapi kendala terkait status kawasan dan perizinan pada sejumlah wilayah desa.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan ketika pemerintah desa hendak mengusulkan pembangunan infrastruktur dasar melalui program pemerintah. Kendati demikian, masih terdapat sejumlah lahan yang berstatus Area Penggunaan Lain (APL) yang dinilai berpotensi menjadi lokasi pembangunan sarana air bersih.
Firmansyah menyebut diperlukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait, termasuk Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Provinsi Kalimantan Timur, untuk memastikan kemungkinan pemanfaatan lahan bagi kepentingan masyarakat.
“Saya bilang, masih ada KPHP Provinsi. Kita tanyakan dan bisa bersurat ke sana untuk menanyakan perihal ini, karena ini kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Ia berharap persoalan administratif dan status lahan tidak menjadi penghambat berkepanjangan dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, diperlukan sinergi antara pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), pemerintah provinsi, serta instansi teknis agar solusi penyediaan air bersih dapat segera ditemukan.
Upaya tersebut juga sejalan dengan semangat 50 Program Unggulan Bupati Kutim yang diarahkan untuk memperkuat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan pemerataan pembangunan hingga tingkat desa.
Bagi Pemerintah Desa Himba Lestari, keberadaan air bersih menjadi bagian penting dari pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat. Ketersediaan air tidak hanya menunjang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan dan kualitas hidup warga.
Firmansyah mengatakan perjuangan pemenuhan kebutuhan dasar tersebut sebelumnya juga dilakukan melalui penyediaan listrik. Setelah akses listrik mulai terpenuhi, pemerintah desa kini mengalihkan perhatian pada persoalan air bersih.
“Bagaimana saya memperjuangkan listrik, akhirnya listrik sudah terpenuhi. Alhamdulillah,” tuturnya.
Ia berharap pembangunan SPAMDes dapat menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat pelayanan dasar di Himba Lestari. Dengan dukungan pemerintah daerah dan instansi terkait, kebutuhan air bersih diharapkan dapat segera mendapatkan solusi.
“Kita hanya ingin bagaimana kebutuhan masyarakat ini bisa terpenuhi,” pungkasnya.(Adv)
![]()

