BATU AMPAR – Hamparan kebun nanas di Desa Himba Lestari, Kecamatan Batu Ampar, bukan sekadar lahan pertanian. Di balik buah yang selama ini dijual dalam bentuk segar, tersimpan potensi ekonomi yang menurut Kepala Desa Himba Lestari, Firriansyah, bisa mencapai ratusan juta rupiah dalam satu kali siklus panen.

Firmansyah mengatakan, selain kelapa sawit, nanas menjadi salah satu komoditas yang banyak dikembangkan masyarakat di desanya.

“Kalau petani, rata-rata petani sawit. Yang kedua komoditi nanas,” ujar Firmansyah, Rabu (30/9/2026).

Ia menjelaskan, tanaman nanas memiliki populasi yang cukup tinggi dalam satu hektare lahan. Menurutnya, satu hektare dapat ditanami sekitar 30 ribu tanaman nanas.

Potensi tersebut semakin besar ketika luas lahan yang dikelola petani bertambah. Firmansyah memberikan gambaran, untuk lahan seluas lima hektare, nilai ekonomi yang dihasilkan dari buah segar dapat mencapai sekitar ratusan juta rupiah, tergantung harga jual dan hasil produksi.

“Kalau lima hektare, uangnya sekitar Rp400 jutaan,” ungkapnya.

Menurut Firmansyah, nilai tersebut menunjukkan bahwa nanas Kutai Timur (Kutim) memiliki peluang besar untuk menjadi komoditas unggulan masyarakat.

Ia menyebut kualitas nanas yang dihasilkan masyarakat Himba Lestari memiliki karakteristik yang diminati pasar. Bahkan, potensi nanas Kutim menurutnya perlu terus diperkenalkan lebih luas.

Firmansyah berharap masyarakat tidak hanya melihat nanas sebagai komoditas yang dipanen lalu dijual dalam bentuk buah segar.

Menurutnya, potensi ekonomi akan semakin besar apabila hasil panen tersebut dikembangkan menjadi berbagai produk olahan.

“Kalau kita kejarnya cuma buah, selamanya kita jadi petani,” katanya.

Ia mendorong petani dan pelaku usaha di desa mulai melihat nanas sebagai bahan baku industri rumahan yang dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Dengan pengembangan tersebut, Firmansyah berharap nanas tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi Desa Himba Lestari.(Adv)

Loading