SANGATTA – PT Kaltim Prima Coal (KPC) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menggelar workshop pembekalan bagi kader Pengawas Menelan Obat (PMO) Tuberkulosis (TB). Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendampingan kesehatan masyarakat ini berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutai Timur, Kamis (24/9/2026) dengan diikuti oleh puluhan kader PMO TB dari Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim Yuwana Sri Kurniawati, Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kutim Siti Robiah Ardiansyah yang juga membuka acara secara resmi, serta Superintendent Community Health and Education KPC Febriana Kurniasari.
Kepala Dinkes Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati, menegaskan bahwa pembekalan ini sangat krusial guna mempertajam kualitas pendampingan pasien TB di lapangan. Ia berharap para kader mampu mengaplikasikan langsung ilmu yang diperoleh agar komunikasi dengan pasien berjalan lebih efektif dan humanis.
“Ilmunya harus terus diperbarui agar pendekatan komunikasinya juga lebih dinamis. Dengan begitu, kita bisa mendampingi dan mengajak pasien TB untuk berobat dengan rasa nyaman,” ujar Yuwana.
Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, melainkan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan dan merumuskan solusi atas berbagai kendala riil di lapangan. Peserta dibagi menjadi enam kelompok dan memanfaatkan sistem rolling untuk saling bertukar perspektif. Sesi ini juga semakin cair berkat adanya kegiatan ice breaking serta permainan luar ruang (outbound games).
Sementara itu, Superintendent Community Health and Education PT KPC, Febriana Kurniasari, menyoroti pentingnya regenerasi mengingat posisi kader PMO merupakan ujung tombak layanan kesehatan tingkat komunitas.
“Kaderisasi mengalami perubahan setiap tahun. Oleh karena itu, pembinaan dan pendampingan harus terus berjalan berkelanjutan. Workshop ini juga menjadi bentuk apresiasi dan pemantik semangat bagi para kader dalam menjalankan program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di tingkat komunitas,” kata Febriana.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PPTI Kutim Siti Robiah Ardiansyah, menekankan bahwa soliditas antarkader menjadi pilar penentu keberhasilan pemberantasan penyakit menular ini. Ia mendorong kader senior untuk merangkul dan membimbing tenaga baru demi menyamakan visi bersama.
“Kader senior harus merangkul yang baru agar terjadi akselerasi dan kita berada di frekuensi yang sama. Tujuan besar kita adalah mencapai eliminasi TB pada tahun 2030,” tutur Siti Robiah.
Melalui kolaborasi berkesinambungan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat ini, PT KPC berharap para kader PMO TB dapat terus konsisten menjadi jembatan strategis dalam menyukseskan program kesehatan di Kabupaten Kutim.(*/Ltr1)
![]()

