SANGATTA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritual masyarakat usia lanjut. Melalui Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, program Sekolah Lansia kini telah memasuki tahap akhir pelaksanaan dari target pertemuannya.

Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kutim, Ani Saidah, mengungkapkan bahwa dari total 10 kali pertemuan yang direncanakan dalam kurikulum Sekolah Lansia tahun ini, sebanyak 8 kali pertemuan telah sukses dilaksanakan di empat lokasi target.

“Sekolah Lansia saat ini masih berjalan dengan sangat baik. Dari target 10 kali pertemuan, kita sudah menyelesaikan 8 kali kegiatan, sehingga tinggal menyisakan dua pertemuan lagi,” ujar Ani Saidah saat dikonfirmasi terkait progres program kerja DPPKB Kutim.

Ani menjelaskan, program Sekolah Lansia tahun ini difokuskan di empat wilayah strategis, yakni Desa Swarga Bara, Desa Singa Gembara, Kelurahan Teluk Lingga, serta Kecamatan Sangatta Utara. Total peserta yang terdaftar dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mencapai 200 orang lansia.

Untuk memberikan materi yang komprehensif, DPPKB Kutim merangkul berbagai pihak dan tenaga ahli lintas profesi. Pembelajaran tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga mencakup aktivitas fisik dan pendampingan psikologis.

“Kami mendatangkan langsung narasumber yang kompeten di bidangnya, seperti dokter spesialis dan tenaga medis dari rumah sakit, psikolog, hingga instruktur senam. Selain itu, kami juga menyelipkan materi bimbingan kerohanian atau religi agar para peserta mendapatkan perhatian secara utuh, baik fisik maupun mental,” jelasnya.

Melalui Sekolah Lansia ini, para peserta dibekali edukasi mengenai pola hidup sehat di usia lanjut, manajemen stres, pemeliharaan kebugaran tubuh melalui senam lansia, hingga ruang interaksi sosial untuk mencegah rasa kesepian pada lansia.

DPPKB Kutim berharap keberadaan Sekolah Lansia ini dapat mewujudkan kelompok masyarakat lanjut usia di Kutim yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif (SMART), sehingga mampu terus berkontribusi positif di tengah keluarga dan lingkungan masyarakat.(Adv)

Loading