SANGATTA – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus digencarkan melalui berbagai program inovatif. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim mencatat, realisasi capaian Program Orang Tua Asuh (OTA) Cegah Stunting kini telah mencapai 78 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kutim, Ani Saidah, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk melibatkan para pejabat di lingkungan Pemkab Kutim serta jajaran instansi terkait agar menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang terindikasi stunting.
“Saat ini capaian Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting kita sudah masuk di angka 78 persen. Seharusnya target kita memang bisa mencapai 100 persen,” ungkap Ani Saidah saat memberikan keterangan.
Ani menjelaskan, sasaran utama yang diharapkan menjadi figur orang tua asuh ini meliputi jajaran pimpinan perangkat daerah, mulai dari Kepala Dinas, Kepala Bidang, hingga pejabat struktural dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui skema ini, para pejabat diharapkan memberikan bantuan dan pendampingan gizi secara langsung kepada anak asuh yang membutuhkan.
Meskipun capaian telah mendekati target nasional daerah, Ani mengakui masih diperlukan dorongan dan greget yang lebih kuat dari jajaran internal Pemkab Kutim agar seluruh pejabat dapat terlibat aktif secara merata.
Di sisi lain, Ani mengapresiasi dukungan dari instansi vertikal dan mitra kerja yang telah menunjukkan kepedulian awal dalam mendukung gerakan penanganan stuntin* di Kutim, salah satunya dari lingkungan Kementerian Agama (Kemenag/Depag) setempat.
“Kami sangat berharap komitmen dari seluruh jajaran Kepala Dinas dan pejabat daerah bisa semakin ditingkatkan. Jika seluruh jajaran bergerak bersama menjadi orang tua asuh, kita optimistis target 100 persen dapat tercapai, sehingga tidak ada lagi anak di Kutai Timur yang kekurangan asupan gizi dan perhatian,” pungkasnya.
DPPKB Kutim berharap penguatan sinergi lintas sektor ini dapat mempercepat terwujudnya target Kutim bebas stunting serta melahirkan generasi penerus yang sehat dan berkualitas.(Adv)
![]()

