BATU AMPAR – Peternakan ayam menjadi salah satu potensi ekonomi yang dikembangkan masyarakat Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi sumber usaha bagi masyarakat, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan telur di tingkat lokal.

Camat Batu Ampar Akhmadsyah mengatakan, Desa Batu Timbau memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung perekonomian masyarakat. Salah satunya melalui usaha peternakan ayam.

Menurutnya, hasil peternakan tersebut telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Produksi telur dari peternakan ayam di desa tersebut mencapai sekitar 420 butir setiap hari.

“Kalau dari Batu Timbau ini ada nanas, ternak ayam. Jadi telurnya itu dalam satu hari sekitar 420 butir telur,” ujar Akhmadsyah.

Produksi tersebut menunjukkan adanya peluang ekonomi yang cukup besar apabila dikelola secara berkelanjutan. Selain memberikan pendapatan kepada pelaku usaha, keberadaan peternakan lokal juga dapat membantu menyediakan pasokan telur bagi masyarakat tanpa sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar wilayah.

Akhmadsyah menjelaskan, potensi ekonomi di Kecamatan Batu Ampar memang cukup beragam.

“Selain peternakan ayam dan produksi telur di Batu Timbau, sejumlah desa juga mengembangkan komoditas pertanian serta produk olahan,” tambahnya.

Desa Himba Lestari, misalnya, mengembangkan nanas menjadi sirup dan keripik. Kemudian Desa Telaga memproduksi keripik berbahan batang pisang, sedangkan masyarakat Desa Mugi Rahayu mengembangkan potensi jahe.

Keberagaman tersebut menjadi modal bagi pemerintah desa untuk mengembangkan kegiatan ekonomi sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Akhmadsyah menekankan bahwa pemerintah desa memiliki peran penting dalam pengembangan UMKM maupun potensi ekonomi masyarakat. Desa dinilai lebih mengetahui kondisi pelaku usaha, sumber daya yang tersedia serta kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

“Karena itu, pengembangan ekonomi di Batu Ampar diarahkan agar setiap desa mampu mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki. Tidak hanya menghasilkan bahan mentah, masyarakat juga didorong untuk melihat peluang pengolahan sehingga produk memiliki nilai tambah,”sebutnya.

Peternakan ayam di Batu Timbau menjadi salah satu contoh bahwa potensi ekonomi lokal dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan produksi sekitar 420 butir telur per hari, usaha tersebut berpotensi terus dikembangkan sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di tingkat lokal.

Keberadaan berbagai potensi tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang usaha dan memperkuat perputaran ekonomi masyarakat di Kecamatan Batu Ampar.(Adv)

Loading