BATU AMPAR – Kreativitas masyarakat di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai terlihat melalui pengembangan berbagai produk olahan berbasis komoditas lokal. Sejumlah desa memanfaatkan hasil pertanian dan perkebunan yang tersedia untuk diolah menjadi produk UMKM dengan nilai jual lebih tinggi.

Camat Batu Ampar Akhmadsyah menyebut pengembangan potensi ekonomi masyarakat dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik dan sumber daya yang tersedia di masing-masing desa.Menurutnya, desa menjadi pihak yang paling mengetahui potensi masyarakat dan komoditas unggulan yang dapat dikembangkan. Karena itu, pengembangan UMKM tidak dapat dipisahkan dari peran pemerintah desa.

Salah satu komoditas yang cukup menonjol adalah nanas. Tanaman tersebut dikembangkan masyarakat di Desa Himba Lestari dan Desa Batu Timbau. Tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, nanas juga mulai diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman.

“Sirup nanas itu ada di Desa Himba Lestari. Kemudian keripik nanas,” kata Akhmadsyah.

Pengolahan nanas menjadi sirup maupun keripik memberikan peluang bagi masyarakat untuk memperoleh nilai tambah. Produk yang dihasilkan tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki pasar tersendiri.

Potensi lain juga dikembangkan masyarakat Desa Telaga melalui produksi keripik batang pisang.

“Pemanfaatan batang pisang menjadi produk olahan menunjukkan adanya upaya masyarakat dalam menciptakan inovasi dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Sementara di Desa Mugi Rahayu, masyarakat mengembangkan komoditas jahe. Komoditas tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Selain sektor pengolahan hasil pertanian, potensi peternakan juga berkembang di Kecamatan Batu Ampar. Desa Batu Timbau, misalnya, memiliki kegiatan peternakan ayam yang menghasilkan telur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Produksi telur dari peternakan tersebut bahkan mencapai sekitar 420 butir per hari. Hasil produksi kemudian dipasarkan kepada masyarakat.

Akhmadsyah menilai, beragam potensi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat Batu Ampar tidak hanya bertumpu pada satu sektor. Pertanian, pengolahan pangan dan peternakan sama-sama memiliki peluang untuk dikembangkan.

Ke depan, penguatan produk lokal diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di tingkat desa. Pengembangan usaha juga perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas produk dan pemasaran agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas,” tutupnya.(Adv)

Loading