SANGATTA – Perhelatan Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2026 selalu menyimpan cerita dan daya tarik tersendiri bagi warga Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Di tengah semaraknya ribuan pengunjung yang memadati area pameran pembangunan untuk merayakan hari jadi ke-27 kabupaten ini, sebuah stan instansi mendadak mencuri panggung utama dan menjadi pusat perhatian publik. Gerai milik Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim tidak hanya disesaki oleh masyarakat umum, tetapi juga menjadi magnet utama bagi kunjungan jajaran petinggi daerah.

Suasana hangat tampak jelas ketika Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Ketua TP-PKK Siti Robiah Ardiansyah dan Wakil Bupati Mahyunadi menyempatkan diri menyambangi stan tersebut. Tak berselang lama, gelombang kunjungan para tokoh penting berlanjut dengan hadirnya jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Komandan Brigif TP 32/Mangkalihat Kolonel Inf Agussalim Tuo serta Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Yahya Junarko.

Kehangatan suasana pameran kian lengkap dengan kehadiran Wakil Ketua DPRD Kutim Prayunita Utami, Asisten Perekobang Noviari Noor, Kepala Distransnaker Sulisman, hingga Kepala Diskan Yuliansyah. Kedatangan rombongan pejabat tinggi ini disambut langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah T, beserta jajaran staf yang dengan sigap melayani setiap tamu yang datang ke lokasi pameran.

Bukan sekadar singgah untuk bersilaturahmi atau meninjau pameran, para pejabat maupun masyarakat umum yang hadir disuguhkan dengan berbagai program interaktif yang dikemas secara kreatif oleh DPPKB Kutim. Jauh dari kesan kaku yang melekat pada instansi pemerintah pada umumnya, DPPKB berhasil memadukan edukasi kependudukan dengan layanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di akar rumput.

Salah satu program unggulan yang paling diserbu pengunjung adalah layanan kesehatan reproduksi dan Keluarga Berencana (KB). Di sudut stan ini, petugas kesehatan dengan sigap menyediakan layanan konsultasi keluarga serta membagikan alat kontrasepsi berupa kondom dan pil KB secara cuma-cuma bagi pasangan usia subur yang membutuhkan.

Tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan keluarga, stan ini juga bertindak sebagai etalase strategis bagi produk-produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Berbagai macam camilan lezat, makanan ringan tradisional, hingga produk kuliner hasil kreasi tangan para anggota akseptor KB dipamerkan dan dijual untuk umum. Kehadiran produk-produk lokal ini mendapat apresiasi positif dari para pejabat yang hadir, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan ekonomi keluarga.

Guna mencairkan suasana dan menjangkau kalangan generasi muda yang gemar berekspresi, DPPKB Kutim turut menghadirkan kegiatan interaktif yang kekinian berupa lomba foto selfie. Konsepnya dirancang sesantai mungkin, pengunjung cukup berswafoto di spot estetik yang telah disediakan di area stan, mengunggahnya ke akun Instagram pribadi, serta menandai akun resmi DPPKB Kutim untuk berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah menarik.

Plh Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah T, mengungkapkan bahwa keikutsertaan instansinya dalam ajang expo kali ini memang dirancang agar sarat akan makna edukasi namun tetap dibalut dalam nuansa yang menyenangkan. Pihaknya bertekad membuang stigma lama bahwa program kependudukan dan keluarga berencana adalah hal yang kaku, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk mewujudkan kualitas hidup keluarga yang lebih unggul.

“Kami ingin stan ini tidak hanya menjadi pusat informasi, tetapi juga tempat yang menyenangkan. Mampir ke stan kami, dapat informasi, tambah inspirasi, dan abadikan momen terbaik,” ujar Yuriansyah di sela-sela kesibukannya mendampingi para tamu penting, Senin (12/10/2026) malam lalu.

Tingginya antusiasme yang ditunjukkan oleh jajaran pejabat tinggi hingga masyarakat luas terhadap stan DPPKB Kutim memberikan angin segar bagi pembangunan sektor sumber daya manusia. Kehadiran gerai inspiratif ini diharapkan mampu mendongkrak kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga, pembinaan ketahanan remaja, serta pemerataan kesejahteraan demi melahirkan generasi Kutai Timur yang sehat, tangguh, dan berkualitas di masa depan.(Adv)

Loading