SANGATTA – Iklim penanaman modal di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kembali bergairah. PT Nan Berkah Mineral (NBM) tercatat bakal menggelontorkan investasi jumbo sekitar Rp 30 triliun guna membangun proyek gasifikasi batu bara di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), Kecamatan Kaliorang.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Novian Prananta, mengungkapkan bahwa komitmen finansial tersebut kini sudah melangkah ke babak yang lebih konkret.
“Nilai investasinya kurang lebih mencapai Rp 30 triliun,” ujar Novian saat ditemui di Kantor DPMPTSP Kutim didampingi Sekretaris DPMPTSP, Akhmad Tarmiji, Kamis (8/10/2026).
Menurut Novian, rencana tersebut bukan sekadar wacana di atas kertas. Pihak investor telah resmi mengikat kesepakatan awal melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK MBTK.
Sebagai langkah lanjutan pasca-MoU, jajaran manajemen PT Nan Berkah Mineral dijadwalkan turun langsung meninjau lokasi kawasan industri strategis tersebut dalam dua pekan ke depan. Kunjungan lapangan ini krusial guna memetakan serta menentukan titik koordinat pasti yang akan digunakan sebagai tapak kegiatan operasional usaha mereka.
“Direncanakan dua minggu ke depan mereka akan berkunjung ke lokasi untuk menentukan titik-titik tempat mereka berusaha,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Kutim menyambut positif rencana strategis ini. Pemkab berharap proses tahapan demi tahapan dapat berjalan mulus tanpa hambatan hingga berujung pada realisasi fisik di lapangan.
Lebih lanjut, masuknya modal raksasa ini diyakini bakal menjadi katalisator penting bagi perekonomian lokal. Kehadiran proyek gasifikasi batu bara di KEK MBTK diharapkan mampu mendongkrak aktivitas ekonomi regional, membuka peluang usaha baru bagi pelaku lokal, serta menyerap tenaga kerja secara signifikan demi kesejahteraan masyarakat Kutim.(Adv)
![]()

