BATU AMPAR – Bagi Kepala Desa Himba Lestari Firmansyah, Kecamatan Batu Ampar Firmansyah, pembangunan desa tidak cukup hanya dengan menghadirkan bantuan. Ada fondasi ekonomi yang menurutnya harus lebih dulu diperkuat: petani.
Ia meyakini, ketika petani memiliki pendapatan yang baik, masyarakat akan lebih mampu memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan hingga kebutuhan keluarga tanpa terus bergantung pada bantuan pemerintah.
“Bagaimana desa ini bisa hidup? Hidupkan dulu petaninya. Kalau petani makmur, insyaallah yang lain berjalan,” ujar Firmansyah saat diwawancarai.
Pandangan tersebut bukan tanpa alasan. Firmansyah mengaku dirinya merupakan anak petani. Karena itu, sejak mencalonkan diri sebagai kepala desa, ia menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu perhatian dalam membangun Desa Himba Lestari.
Salah satu potensi yang ingin dikembangkan ialah komoditas nanas. Ia menyebut nanas menjadi salah satu produk pertanian yang memiliki peluang untuk dikembangkan tidak hanya dalam bentuk hasil panen, tetapi juga melalui pengolahan.
Firmansyah bahkan mengungkapkan pernah mendatangkan pihak perusahaan dari Jakarta untuk melihat potensi pengembangan nanas di Himba Lestari.
Menurutnya, PT Altindo Jakarta sempat menjajaki rencana pengolahan nanas menjadi konsentrat. Produk tersebut bahkan disebut telah dibawa dalam pameran di Jenewa dengan nama Himba Kutim.
Namun, peluang tersebut kembali berhadapan dengan persoalan status dan perizinan lahan.
“Banyak yang mau masuk di Himba, cuma terkait perizinan saja,” ungkapnya.
Firmansyah berharap persoalan tersebut dapat dicarikan jalan keluar sehingga potensi pertanian dan investasi di desa dapat berkembang.
Ia menilai penguatan sektor pertanian akan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dibandingkan sekadar mengandalkan bantuan.
Sebab, ketika petani memiliki penghasilan dan usaha yang berkelanjutan, perputaran ekonomi desa juga ikut bergerak.
“Petani itu rumah saya, karena saya anak petani,” tutupnya.(Adv)
![]()

