SANGATTA β Pemekaran desa menjadi salah satu bagian dari 50 program unggulan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai ketentuan, pemerintah daerah terus menyiapkan tahapan administrasi hingga verifikasi faktual terhadap empat desa persiapan.
Kepala Bidang Penataan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutim Fadliansyah mengatakan, pihaknya memiliki tugas dalam penataan desa, termasuk mendukung proses pembentukan desa persiapan.
βIni termasuk salah satu 50 program Bupati. Untuk pemekaran desa,β ujarnya.
Ditambahkan Fadli, dalam pelaksanaannya, tim pemekaran desa dipimpin oleh Sekretaris Kabupaten Kutim sebagai ketua, dengan Asisten sebagai wakil ketua. Sementara Kepala DPMDes bertindak sebagai sekretaris tim.
Adapun jajaran bidang penataan desa di DPMDes menjalankan tugas teknis yang berkaitan dengan proses pembentukan dan penataan desa.
“Saat ini terdapat empat desa persiapan yang menjadi objek pemekaran di dua kecamatan. Ketiga desa berada di Kecamatan Sangatta Utara, sementara satu desa lainnya berada di Kecamatan Kaliorang,” urainya.
Ditegaskan Fadlin, proses pemekaran tidak serta-merta membuat desa persiapan langsung menjadi desa definitif.
“Terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, mulai dari pelaporan, verifikasi di tingkat kabupaten, verifikasi pemerintah provinsi hingga proses di tingkat kementerian,” tambahnya.
Sebagai tambahan untuk tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan verifikasi faktual terhadap empat desa persiapan dapat dilakukan sekitar November atau Desember. Hasil verifikasi tersebut nantinya menjadi bahan rekomendasi untuk menentukan tahapan berikutnya.
“Jika proses di tingkat kabupaten memenuhi ketentuan, pengusulan akan dilanjutkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pemerintah provinsi kemudian akan melakukan verifikasi faktual sebelum mengusulkan kepada kementerian,” jelasnya.
Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pemekaran desa tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga sesuai kondisi faktual di lapangan.(Adv)
![]()

