SANGATTA – Denyut nadi perekonomian dan kreativitas masyarakat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berdetak lebih kencang pekan ini. Lapangan Helipad Alun-alun Bukit Pelangi, mendadak berubah menjadi lautan manusia yang antusias menyaksikan pembukaan perhelatan akbar Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2026, Senin (12/10/2026) malam. Acara prestisius yang dihelat untuk memeriahkan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kutai Timur ini resmi dibuka oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, menandai dimulainya pesta rakyat yang dinanti-nanti warga Benua Etam.
Sejak sore hari, ribuan warga dari berbagai penjuru kecamatan tampak berbondong-bondong memadati area pameran. Suasana malam pembukaan kian semarak tatkala panggung utama menyuguhkan perpaduan seni tradisi dan hiburan modern, mulai dari pementasan tarian memukau oleh Sanggar Seni Gelora Sangkulirang, tata cahaya lampu (lighting show) yang megah, hingga penampilan musik dari band pembuka serta kehadiran bintang tamu spesial, Adly Koplo Star, yang sukses menghibur penonton.
Ketua Panitia HUT Ke-27 Kutim sekaligus Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekdakab Kutim, Trisno, dalam laporan resminya mengungkapkan bahwa pameran tahun ini diselenggarakan berdasarkan Surat Edaran Bupati Kutai Timur Nomor B-400.14.1.1/2074/Bup. Perhelatan akbar ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, terhitung mulai 12 hingga 18 Oktober 2026.
Antusiasme peserta tahun ini tergolong sangat tinggi dan melampaui berbagai sektor. Berdasarkan data panitia, PRKE 2026 diikuti oleh 231 peserta yang terbagi ke dalam berbagai kategori strategis.
“Expo tahun ini diikuti oleh 231 peserta, yang terdiri dari 39 stan perangkat daerah, 18 stan kecamatan, 3 stan instansi vertikal, 4 stan perusahaan pertambangan, 1 stan GAPKI [Gabungan Perusahaan Perkebunan], 3 stan perbankan, 3 stan organisasi/lembaga, serta 160 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Ekonomi Kreatif,” papar Trisno di hadapan Bupati Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, jajaran Forkopimda dan tamu undangan yang hadir.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah tantangan fluktuasi cuaca, semangat para peserta dan pengunjung tetap menyala. Panitia penyelenggara turut mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan serta memanfaatkan posko kesehatan yang telah disiagakan di area pameran demi kenyamanan bersama. Pameran ini sendiri mengusung dua pilar utama, yakni “Kutai Timur Berdaya” dan “Tumbuh Bersama”, yang selaras dengan visi jangka panjang daerah: Kutai Timur yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.
Sementara itu, dalam pidato pembukaannya, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa Pekan Raya Kutim Expo bukan sekadar agenda seremonial atau hiburan tahunan semata. Lebih dari itu, ajang ini dirancang sebagai wadah strategis mempertemukan lintas sektor mulai dari jajaran birokrasi pemerintahan, dunia usaha skala besar, koperasi, hingga pelaku UMKM lokal guna memperluas jaringan kemitraan dan mendongkrak roda perekonomian daerah.
“Pekan Raya Kutim Expo bukan sekadar ajang pameran atau keramaian tahunan, melainkan ruang untuk mempertemukan pemerintah, dunia usaha, UMKM, koperasi, desa, dan masyarakat untuk memperluas peluang promosi, kemitraan, serta menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Ardiansyah di atas panggung utama.
Di tengah tantangan dinamika fiskal dan penurunan dana transfer pusat, Bupati mendorong seluruh elemen pelaku usaha agar memaksimalkan momen ini untuk memamerkan produk unggulan lokal.
“Sektor-sektor potensial seperti pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, hingga industri kreatif dituntut untuk terus berinovasi agar mampu menembus pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh pengunjung agar bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan selama sepekan perhelatan berlangsung.
Puncak prosesi pembukaan ditandai secara simbolis dengan pemukulan alat musik tradisional Jimbe oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman. Usai meresmikan acara, Bupati bersama rombongan pejabat tinggi langsung beranjak dari panggung utama untuk melakukan peninjauan langsung (site visit) ke stan-stan pameran. Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kutim itu tampak antusias menyapa para penjaga stan, berdialog interaktif dengan para pelaku UMKM, serta mencermati berbagai inovasi pelayanan publik dan produk khas daerah yang dipajang.
Melalui kemeriahan Pekan Raya Kutim Expo 2026 ini, Pemkab Kutim optimistis semangat kebersamaan dan kemandirian ekonomi akan terus tumbuh mengakar di tengah masyarakat, menjadikan usia ke-27 tahun sebagai tonggak sejarah kemajuan yang kian inklusif bagi seluruh warga Kutim.(Adv)
![]()

