BATU AMPAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memberikan kepastian bagi warga korban musibah kebakaran di Kecamatan Batu Ampar. Sebanyak 50 unit rumah layak huni (RLH) dipastikan mulai dibangun pada tahun anggaran berjalan, menyusul persetujuan alokasi dana yang saat ini sudah masuk dalam tahap persiapan teknis.

Kepastian tersebut diumumkan secara langsung oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat untuk merespons kebutuhan tempat tinggal warga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah yang terjadi dalam rentang waktu 2025 hingga 2026.

Langkah penanganan ini dikonfirmasi oleh Ardiansyah di sela-sela agendanya menghadiri peresmian penyalaan jaringan listrik untuk empat desa di wilayah Kecamatan Batu Ampar, Senin (5/10/2026). Menurutnya, percepatan pembangunan hunian ini menjadi salah satu prioritas daerah agar para korban bisa segera keluar dari masa sulit.

“Untuk program rumah layak huni bagi korban kebakaran, keputusannya sudah final dan sekarang sedang berjalan. Pengerjaannya dikebut mulai tahun ini dengan target awal sebanyak 50 unit, sedangkan sisanya akan diselesaikan secara bertahap pada tahun berikutnya,” ujar Ardiansyah.

Sementara itu, pihak teknis di tingkat daerah turut mematangkan rencana tersebut. Kepala Bidang Perumahan Swadaya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kutim, Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa proyek ini tengah melalui tahapan administratif yang melibatkan panitia terkait.

Selain urusan birokrasi, Disperkim juga masih memantau kesiapan lahan relokasi yang akan digunakan sebagai tapak bangunan baru. Kendati demikian, pihaknya optimis target pembangunan 50 unit rumah tersebut dapat terealisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Saat ini masih berproses di tingkat panitia dan kami juga menunggu finalisasi kesiapan lahan relokasi. Anggaran yang tersedia diproyeksikan khusus untuk 50 unit rumah dengan tenggat waktu penyelesaian tahun ini,” jelas Taufik.

Sebelumnya, jajaran pemerintah tingkat kecamatan telah melaporkan situasi di lapangan kepada pemerintah kabupaten. Pihak kecamatan secara intensif berkoordinasi dengan Disperkim guna memastikan warga yang terdampak sejak tahun lalu hingga awal tahun ini mendapatkan perhatian serius, mengingat kebutuhan akan tempat tinggal yang aman dan permanen sangat mendesak.

Dengan adanya komitmen kuat dari Pemkab Kutim ini, warga korban kebakaran diharapkan dapat segera bernapas lega. Kehadiran rumah layak huni tersebut tidak hanya sekadar memulihkan infrastruktur permukiman, tetapi juga mengembalikan rasa aman, martabat, dan kenyamanan hidup bagi masyarakat Batu Ampar yang sempat terpuruk akibat bencana. Program bertahap ini sekaligus menunjukkan kehadiran nyata pemerintah dalam merespons darurat kemanusiaan di daerah.(Adv)

Loading