Tidak ada tema khusus yang menjadi syarat agar tulisan Anda dimuat di Rubrik Kaji! Hanya saja, redaksi akan sangat senang apabila tulisan Anda memberikan perhatian pada kekuasaan dan ketaksetaraan. Kami memaknai kekuasaan sebagai hal yang relasional dan ada dimana-mana. Dia ada dalam percakapan, hubungan personal, manajemen, birokrasi, hukum, akumulasi kapital, dan sebagainya. Ketaksetaraan, sementara itu, kami pahami bukan hanya termanifestasikan dalam sistem ekonomi dan politik, ia hadir di ranah kultural, tradisi, dan psikologi. Ketaksetaraan hadir dimana-mana, dominasi manusia terhadap alam, laki-laki/perempuan, Barat/Timur, Utara/Selatan, global/lokal, antar etnis, (aparat) negara/rakyat, kota/desa, tua/muda, pusat/pinggiran, kapitalis/buruh, pikiran/tubuh, dan sebagainya. Hubungan-hubungan ketaksetaraan itu tidak bekerja sendiri-sendiri, acapkali saling bertaut. Kepada cara kerja atau mekanisme bagaimana kekuasaan dan ketaksetaraan beroperasilah kami mengharapkan Anda memberikan perhatian yang lebih dalam menulis.
Tidak ada diktat tentang gaya tulisan di Rubrik Kaji! Tidak ada pula batasan pendek dan panjang yang kami tetapkan. Satu-satunya persyaratan yang kami punya hanyalah: tulisan Anda bisa dipahami! Dan kalau bisa, membacanya memberikan kenikmatan. Kami tahu, kenikmatan ini standar yang abstrak dan berbeda bagi tiap orang. Karenanya, kami mencoba memberikan definisi “kenikmatan,” dari isi dan cara. Isi; di sini kami bisa mengatakan menikmati membaca sebuah tulisan kalau tema yang dibahas menarik. Menarik bisa berarti karena penting secara sosial, baru, atau sedang menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Cara; ini adalah bagaimana Anda menyampaikan tulisan. Tentu saja agar sebuah tulisan memberikan kenikmatan ketika dibaca, haruslah disampaikan dengan cara yang mudah dimengerti, idenya utuh, dan puitik namun pas. Kenikmatan penuh dalam membaca akan bisa dihadirkan tulisan Anda jika dan hanya jika isi dan cara sudah berpadu.

Editor : Bosman Batubara, Hendra Try Ardianto

Dec 26, 2015

Habisnya Tuah “Tana Sangkolan”?: Perpindahan kepemilikan tanah yang masif di Pulau Madura

  MIRIS sekali mengetahui tanah-tanah di Sumenep banyak yang lepas dan terjual pada investor, entah asing atau lokal. Di desa sebelah timur desa saya sekitat 15 ha […]
Nov 26, 2015

Jebakan Perang Dingin Gaya Baru dan Bahaya Polarisasi Politik dalam Negeri

SEIRING runtuhnya Uni Soviet dan meredupnya pengaruhblok komunis lain sebagai kompetitor ekonomi-politik-budaya Barat pada 1991, Amerika Serikat dan sekutu Eropa Barat-nya merasa di atas angin selama hampir […]
Nov 19, 2015

Repolitisasi Isu ’65, Radikalisasi Gerakan

KALAU isu ’65 ditautkan dengan isu-isu pergerakan yang sedang berjalan di Indonesia, maka dampak ’65 adalah hancurnya organisasi-organisasi rakyat, misalnya buruh, tani, seniman, perempuan, pemuda, dan partai […]
Nov 4, 2015

Jogja Sold Out (?)

JUDUL tulisan ini sebenarnya adalah satire yang berkembang di masyarakat Yogyakarta selama beberapa tahun belakangan ini. Sindiran ini jelas merupakan ekspresi, sikap, bahkan kekecewaan yang dirasakan warga atas […]
Oct 6, 2015

Kebangkitan Kiai Rakyat?

DALAM sebuah wawancara yang cukup tajam dan agak “sarkastik”, meski diselingi di sana-sini dengan humor, Widodo Sunu, tokoh pejuang gerakan tani Urutsewu, Kebumen, yang hari-hari ini berjibaku […]