Tidak ada tema khusus yang menjadi syarat agar tulisan Anda dimuat di Rubrik Kaji! Hanya saja, redaksi akan sangat senang apabila tulisan Anda memberikan perhatian pada kekuasaan dan ketaksetaraan. Kami memaknai kekuasaan sebagai hal yang relasional dan ada dimana-mana. Dia ada dalam percakapan, hubungan personal, manajemen, birokrasi, hukum, akumulasi kapital, dan sebagainya. Ketaksetaraan, sementara itu, kami pahami bukan hanya termanifestasikan dalam sistem ekonomi dan politik, ia hadir di ranah kultural, tradisi, dan psikologi. Ketaksetaraan hadir dimana-mana, dominasi manusia terhadap alam, laki-laki/perempuan, Barat/Timur, Utara/Selatan, global/lokal, antar etnis, (aparat) negara/rakyat, kota/desa, tua/muda, pusat/pinggiran, kapitalis/buruh, pikiran/tubuh, dan sebagainya. Hubungan-hubungan ketaksetaraan itu tidak bekerja sendiri-sendiri, acapkali saling bertaut. Kepada cara kerja atau mekanisme bagaimana kekuasaan dan ketaksetaraan beroperasilah kami mengharapkan Anda memberikan perhatian yang lebih dalam menulis.

Tidak ada diktat tentang gaya tulisan di Rubrik Kaji! Tidak ada pula batasan pendek dan panjang yang kami tetapkan. Satu-satunya persyaratan yang kami punya hanyalah: tulisan Anda bisa dipahami! Dan kalau bisa, membacanya memberikan kenikmatan. Kami tahu, kenikmatan ini standar yang abstrak dan berbeda bagi tiap orang. Karenanya, kami mencoba memberikan definisi “kenikmatan,” dari isi dan cara. Isi; di sini kami bisa mengatakan menikmati membaca sebuah tulisan kalau tema yang dibahas menarik. Menarik bisa berarti karena penting secara sosial, baru, atau sedang menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Cara; ini adalah bagaimana Anda menyampaikan tulisan. Tentu saja agar sebuah tulisan memberikan kenikmatan ketika dibaca, haruslah disampaikan dengan cara yang mudah dimengerti, idenya utuh, dan puitik namun pas. Kenikmatan penuh dalam membaca akan bisa dihadirkan tulisan Anda jika dan hanya jika isi dan cara sudah berpadu.

Editor : Bosman Batubara, Hendra Try Ardianto, Angga Paselwa

Feb 17, 2017

Normalisasi Kali Ciliwung dan Ahok (yang “Gagal Paham”?)

Laman kompas.com (16/2/2017) menampilkan Ahok (Gubernur DKI Jakarta) sebagai narasumber yang dikutip. Berita bertajuk “Kata Ahok Soal banjir di SMA 8” itu berkisar soal kasus banjir […]
Feb 16, 2017

Demokrasi Kita sebagai Infrastruktur Kapitalisme

Tulisan ini adalah reaksi terhadap tulisan Melky Nahar, aktivis Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), bertajuk Ijon Politik Tambang dalam Pemilukada Serentak yang dimuat di Islam Bergerak. Pada […]
Jan 29, 2017

Jakarta yang Ambles dan Pendalaman Ide Ahok tentang Penataan Ruang

Tina Talisa: Berkaitan dengan penataan kawasan perkotaan, ada pembangunan di bawah permukaan tanah, diantaranya MRT, dan juga pembangunan yang menjulang tinggi yang berkaitan dengan hak atas […]
Oct 5, 2016

Kampung Kota Bukan Slum

Kampung kota itu bukan slum. Tetapi hari-hari ini justru kita sedang menciptakan slum. Kampung kota tercipta di luar perencanaan, sedangkan slum itu merupakan dampak dari perencanaan. […]
Sep 23, 2016

Tanah Adat di Sianjur Mulamula itu pun Diklaim sebagai Tanah Pemerintah (Negara)

“Tanah itu adalah golat (tanah adat milik bersama) dari Bius Nasiapulu dan Naopatpulu, dan berada di wilayah adat Limbong. Tapi oleh Camat melarang kami mengusahai tanah […]