Tidak ada tema khusus yang menjadi syarat agar tulisan Anda dimuat di Rubrik Kaji! Hanya saja, redaksi akan sangat senang apabila tulisan Anda memberikan perhatian pada kekuasaan dan ketaksetaraan. Kami memaknai kekuasaan sebagai hal yang relasional dan ada dimana-mana. Dia ada dalam percakapan, hubungan personal, manajemen, birokrasi, hukum, akumulasi kapital, dan sebagainya. Ketaksetaraan, sementara itu, kami pahami bukan hanya termanifestasikan dalam sistem ekonomi dan politik, ia hadir di ranah kultural, tradisi, dan psikologi. Ketaksetaraan hadir dimana-mana, dominasi manusia terhadap alam, laki-laki/perempuan, Barat/Timur, Utara/Selatan, global/lokal, antar etnis, (aparat) negara/rakyat, kota/desa, tua/muda, pusat/pinggiran, kapitalis/buruh, pikiran/tubuh, dan sebagainya. Hubungan-hubungan ketaksetaraan itu tidak bekerja sendiri-sendiri, acapkali saling bertaut. Kepada cara kerja atau mekanisme bagaimana kekuasaan dan ketaksetaraan beroperasilah kami mengharapkan Anda memberikan perhatian yang lebih dalam menulis.
Tidak ada diktat tentang gaya tulisan di Rubrik Kaji! Tidak ada pula batasan pendek dan panjang yang kami tetapkan. Satu-satunya persyaratan yang kami punya hanyalah: tulisan Anda bisa dipahami! Dan kalau bisa, membacanya memberikan kenikmatan. Kami tahu, kenikmatan ini standar yang abstrak dan berbeda bagi tiap orang. Karenanya, kami mencoba memberikan definisi “kenikmatan,” dari isi dan cara. Isi; di sini kami bisa mengatakan menikmati membaca sebuah tulisan kalau tema yang dibahas menarik. Menarik bisa berarti karena penting secara sosial, baru, atau sedang menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Cara; ini adalah bagaimana Anda menyampaikan tulisan. Tentu saja agar sebuah tulisan memberikan kenikmatan ketika dibaca, haruslah disampaikan dengan cara yang mudah dimengerti, idenya utuh, dan puitik namun pas. Kenikmatan penuh dalam membaca akan bisa dihadirkan tulisan Anda jika dan hanya jika isi dan cara sudah berpadu.

Editor : Bosman Batubara, Hendra Try Ardianto

Jul 12, 2016

Kacang Lupa Kulit; Sesat Juga Menyesatkan.

“Cuma manusia pengecut atau curang yang tiada ingin melakukan pekerjaan berat, tetapi bermanfaat buat masyarakat sekarang dan di hari kemudian itu” (Tan Malaka) Kita semua tentu […]
Jun 22, 2016

Memastikan Status Tanah Adat dan Hutan Adat di Tanah Batak

Sangat menarik mencermati seruan para perantau (orang Batak yang tinggal di luar Tanah Batak) yang mengajak (baca: mengingatkan) masyarakat Batak yang tinggal di bona pasogit (kampung […]
May 17, 2016

Marxisme: Pertanyaan untuk Islam

Islam dan Marxisme bertemu pada aras “pembelaan atas masyarakat lemah atau kaum yang dilemahkan”. Problemnya kenapa, minimal menurut telusuran pustaka saya, para pendiri republik ini gagal […]
Apr 14, 2016

Soekarno dan Dasi Aidit

Kalau kita membaca kembali tulisan-tulisan atau pidato-pidato Soekarno, Aidit dan Njoto pada 1960-an, pandangan bahwa telah terjadi perang urat saraf antara ketiganya memang sulit untuk dimungkiri. […]
Apr 13, 2016

Ibu-Ibu Rembang dan Kematian Marhaenisme

Mulai kemarin sampai tujuh hari ke depan, kita telah, sedang, dan akan menyaksikan sebuah gugatan atas kebekuan nurani dari sebagian besar masyarakat kita yang mulai acuh […]