Tidak ada tema khusus yang menjadi syarat agar tulisan Anda dimuat di Rubrik Kaji! Hanya saja, redaksi akan sangat senang apabila tulisan Anda memberikan perhatian pada kekuasaan dan ketaksetaraan. Kami memaknai kekuasaan sebagai hal yang relasional dan ada dimana-mana. Dia ada dalam percakapan, hubungan personal, manajemen, birokrasi, hukum, akumulasi kapital, dan sebagainya. Ketaksetaraan, sementara itu, kami pahami bukan hanya termanifestasikan dalam sistem ekonomi dan politik, ia hadir di ranah kultural, tradisi, dan psikologi. Ketaksetaraan hadir dimana-mana, dominasi manusia terhadap alam, laki-laki/perempuan, Barat/Timur, Utara/Selatan, global/lokal, antar etnis, (aparat) negara/rakyat, kota/desa, tua/muda, pusat/pinggiran, kapitalis/buruh, pikiran/tubuh, dan sebagainya. Hubungan-hubungan ketaksetaraan itu tidak bekerja sendiri-sendiri, acapkali saling bertaut. Kepada cara kerja atau mekanisme bagaimana kekuasaan dan ketaksetaraan beroperasilah kami mengharapkan Anda memberikan perhatian yang lebih dalam menulis.
Tidak ada diktat tentang gaya tulisan di Rubrik Kaji! Tidak ada pula batasan pendek dan panjang yang kami tetapkan. Satu-satunya persyaratan yang kami punya hanyalah: tulisan Anda bisa dipahami! Dan kalau bisa, membacanya memberikan kenikmatan. Kami tahu, kenikmatan ini standar yang abstrak dan berbeda bagi tiap orang. Karenanya, kami mencoba memberikan definisi “kenikmatan,” dari isi dan cara. Isi; di sini kami bisa mengatakan menikmati membaca sebuah tulisan kalau tema yang dibahas menarik. Menarik bisa berarti karena penting secara sosial, baru, atau sedang menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Cara; ini adalah bagaimana Anda menyampaikan tulisan. Tentu saja agar sebuah tulisan memberikan kenikmatan ketika dibaca, haruslah disampaikan dengan cara yang mudah dimengerti, idenya utuh, dan puitik namun pas. Kenikmatan penuh dalam membaca akan bisa dihadirkan tulisan Anda jika dan hanya jika isi dan cara sudah berpadu.

Editor : Bosman Batubara, Hendra Try Ardianto

Aug 25, 2014

Karena Air Adalah Hak

Pengantar Editorial oleh: Prima S. W.   Di Karangwuni, dukuh yang dibelah Jalan Kaliurang, perlawanan sedang berlangsung. Yang melawan adalah warga RT 01 Karangwuni, berhadapan dengan PT […]
Aug 25, 2014

Demokrasi Tanpa Media yang Demokratis?

Oleh: Dave Boyle * Diterjemahkan oleh: Angga Palsewa Putra Dapatkah Anda memiliki demokrasi yang sesungguhnya tanpa media (massa) yang demokratis? Ini adalah pertanyaan yang masih terbingkai […]
Aug 25, 2014

Media dan Pelajaran Pemilu 2014

Kolom oleh: Wisnu Prasetya Utomo   Pemilihan umum 2014 menyajikan banyak serpihan-serpihan penting dalam perkembangan demokrasi di Indonesia. Salah satunya, media menjadi aktor yang demikian signifikan […]
Jul 21, 2014

New Frontier: Perampasan Tanah Berjuluk Krisis Energi dan Pangan

oleh: Ciptaningrat Larastiti * Di Indonesia, istilah “frontier” semakin familiar sejak kehadiran buku Anna Lowenhaupt Tsing, Friction: An Ethnography of Global Connection (2005). Secara etimologis, “frontier” […]