Tidak ada tema khusus yang menjadi syarat agar tulisan Anda dimuat di Rubrik Kaji! Hanya saja, redaksi akan sangat senang apabila tulisan Anda memberikan perhatian pada kekuasaan dan ketaksetaraan. Kami memaknai kekuasaan sebagai hal yang relasional dan ada dimana-mana. Dia ada dalam percakapan, hubungan personal, manajemen, birokrasi, hukum, akumulasi kapital, dan sebagainya. Ketaksetaraan, sementara itu, kami pahami bukan hanya termanifestasikan dalam sistem ekonomi dan politik, ia hadir di ranah kultural, tradisi, dan psikologi. Ketaksetaraan hadir dimana-mana, dominasi manusia terhadap alam, laki-laki/perempuan, Barat/Timur, Utara/Selatan, global/lokal, antar etnis, (aparat) negara/rakyat, kota/desa, tua/muda, pusat/pinggiran, kapitalis/buruh, pikiran/tubuh, dan sebagainya. Hubungan-hubungan ketaksetaraan itu tidak bekerja sendiri-sendiri, acapkali saling bertaut. Kepada cara kerja atau mekanisme bagaimana kekuasaan dan ketaksetaraan beroperasilah kami mengharapkan Anda memberikan perhatian yang lebih dalam menulis.

Tidak ada diktat tentang gaya tulisan di Rubrik Kaji! Tidak ada pula batasan pendek dan panjang yang kami tetapkan. Satu-satunya persyaratan yang kami punya hanyalah: tulisan Anda bisa dipahami! Dan kalau bisa, membacanya memberikan kenikmatan. Kami tahu, kenikmatan ini standar yang abstrak dan berbeda bagi tiap orang. Karenanya, kami mencoba memberikan definisi “kenikmatan,” dari isi dan cara. Isi; di sini kami bisa mengatakan menikmati membaca sebuah tulisan kalau tema yang dibahas menarik. Menarik bisa berarti karena penting secara sosial, baru, atau sedang menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Cara; ini adalah bagaimana Anda menyampaikan tulisan. Tentu saja agar sebuah tulisan memberikan kenikmatan ketika dibaca, haruslah disampaikan dengan cara yang mudah dimengerti, idenya utuh, dan puitik namun pas. Kenikmatan penuh dalam membaca akan bisa dihadirkan tulisan Anda jika dan hanya jika isi dan cara sudah berpadu.

Editor : Bosman Batubara, Hendra Try Ardianto, Angga Paselwa

Aug 1, 2015

Absennya Tema Kekuasaan dalam Perbincangan tentang Bencana Kekeringan 2015

Himbauan Menteri Marwan Jafar kepada warga untuk melakukan Shalat Istisqa’ pada 26 Juli 2015 yang lalu yang saya sebut sebagai bagian dari ‘depolitisasi kekeringan’ (Batubara, 2015) […]
Jul 27, 2015

Depolitisasi Kekeringan oleh Menteri Marwan Jafar

  Laman Antara (26/7/2015) menurunkan berita dengan tajuk “Menteri Marwan serukan desa bershalat Istisqo’ atasi kekeringan” (http://www.antaranews.com/berita/508825/menteri-marwan-serukan-desa-bershalat-istisqo-atasi-kekeringan). Berita dengan nada yang sama juga dimuat di beberapa […]
Jul 22, 2015

Dua Puluh Perwujudan Birokrasi

  Oleh Mao Tse Tung Diterjemahkan oleh Dwi Cipta   1.  Orang yang berada di puncak birokrasi berpengetahuan sangat sedikit; mereka tak memahami apa yang diungkapkan […]
Jul 12, 2015

Bendungan Raksasa dan Ilusi Kemajuan

  Pengalaman menunjukkan, semua proyek pembangunan waduk raksasa meninggalkan orang-orang yang tergusur dandihancurkan kehidupannya. Akankah pembangunan Waduk Jatigede akan mengulang terjadinya perampasan ruang hidup rakyat?   […]
Jul 4, 2015

Dari Berkeley Hingga Harvard

Oleh Tarli Nugroho1 Graham Allison adalah Dekan Kennedy School of Government, Universitas Harvard, dan Grigory Yavlinsky, seorang ekonom Rusia, adalah penasihat Presiden Yeltsin, serta deputi di […]