Tidak ada tema khusus yang menjadi syarat agar tulisan Anda dimuat di Rubrik Kaji! Hanya saja, redaksi akan sangat senang apabila tulisan Anda memberikan perhatian pada kekuasaan dan ketaksetaraan. Kami memaknai kekuasaan sebagai hal yang relasional dan ada dimana-mana. Dia ada dalam percakapan, hubungan personal, manajemen, birokrasi, hukum, akumulasi kapital, dan sebagainya. Ketaksetaraan, sementara itu, kami pahami bukan hanya termanifestasikan dalam sistem ekonomi dan politik, ia hadir di ranah kultural, tradisi, dan psikologi. Ketaksetaraan hadir dimana-mana, dominasi manusia terhadap alam, laki-laki/perempuan, Barat/Timur, Utara/Selatan, global/lokal, antar etnis, (aparat) negara/rakyat, kota/desa, tua/muda, pusat/pinggiran, kapitalis/buruh, pikiran/tubuh, dan sebagainya. Hubungan-hubungan ketaksetaraan itu tidak bekerja sendiri-sendiri, acapkali saling bertaut. Kepada cara kerja atau mekanisme bagaimana kekuasaan dan ketaksetaraan beroperasilah kami mengharapkan Anda memberikan perhatian yang lebih dalam menulis.

Tidak ada diktat tentang gaya tulisan di Rubrik Kaji! Tidak ada pula batasan pendek dan panjang yang kami tetapkan. Satu-satunya persyaratan yang kami punya hanyalah: tulisan Anda bisa dipahami! Dan kalau bisa, membacanya memberikan kenikmatan. Kami tahu, kenikmatan ini standar yang abstrak dan berbeda bagi tiap orang. Karenanya, kami mencoba memberikan definisi “kenikmatan,” dari isi dan cara. Isi; di sini kami bisa mengatakan menikmati membaca sebuah tulisan kalau tema yang dibahas menarik. Menarik bisa berarti karena penting secara sosial, baru, atau sedang menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Cara; ini adalah bagaimana Anda menyampaikan tulisan. Tentu saja agar sebuah tulisan memberikan kenikmatan ketika dibaca, haruslah disampaikan dengan cara yang mudah dimengerti, idenya utuh, dan puitik namun pas. Kenikmatan penuh dalam membaca akan bisa dihadirkan tulisan Anda jika dan hanya jika isi dan cara sudah berpadu.

Editor : Bosman Batubara, Hendra Try Ardianto, Angga Paselwa

Feb 27, 2018

Mempertanyakan Konsistensi Yayak Yatmaka

Saya pribadi belum pernah berkenalan secara langsung dengan Yayak Yatmaka, yang konon di zamannya merupakan salah satu pengkritik lantang rezim Orba lewat gambar-gambarnya yang bernas, di […]
Dec 23, 2017

Budi Ubrux Seniman Corong NYIA

Saat ini ada banyak kekacauan di beberapa daerah di Indonesia yang secara langsung merupakan proses penghancuran sosio-ekologis. Banyak contoh yang dapat dilihat, seperti kasus di Rembang, […]
Dec 17, 2017

Mistifikasi Kesadaran Rakyat yang Menderita oleh Cak Nun

Dari kemarin ada polemik—yang berujung pada cacian dan ancaman gebuk—di beberapa akun Facebook, terkait soal hubungan antara Emha Ainun Nadjib (EAN) dan proyek bandara baru Jogja […]
Dec 6, 2017

Citra

Dalam pembahasan pada Rabu (22/11) minggu kemarin mengenai “Islam dan Barat” pada bagian pertama bab satu “Covering Islam”-nya Edward Said, yang sekaligus jadi pembuka diskusi yang […]
Dec 3, 2017

Tulisan Sampah tentang Naik Gunung

Selain berusaha untuk menjadi “apolitis” meski pada saat yang bersamaan justru membuat ia sangat politis, tulisan bertajuk “Saat Politik Memecah Belah, Mari Naik Gunung Seperti Hok […]