Kelemahan Giant Sea Wall Jakarta
Nov 14, 2014
Sejarah, Struktur, dan Model Pendanaan Media Co-op: Bagian 2
Nov 29, 2014

SASTRA, “KRIMINALITAS”, DAN INKONSISTENSI: Respons Terbuka kepada Satrio Aris Munandar

 

Panggung Seni Budaya tolak kriminalisasi Saut Situmorang di UIN Yogyakarta. Foto: Pandawa UAD

Panggung Seni Budaya tolak kriminalisasi Saut Situmorang di UIN Yogyakarta. Foto: Pandawa UAD

Oleh: Achmad Fawaid

Kepada Bung Aris Munandar…

Sebelum saya menulis respons terbuka ini, ada baiknya saya sampaikan terlebih dahulu sikap ‘politik’ saya terkait dengan polemik buku “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh” yang berujung pada kriminalisasi dua sastrawan Indonesia, Saut Situmorang dan Iwan Soekri Munaf.

Perlu Bung ketahui, pertama saya mendengar lomba kritik puisi-esai pada tahun 2012 itu, saya memang sempat tertarik. Begitu buka websitenya, saya jadi berpikir ulang, bukan karena Denny JA-nya, tapi karena saya merasa aneh: “Bagaimana mungkin puisi-esai yang menurut saya ‘sangat biasa’ tersebut—meski saya bukan penikmat karya sastra yang baik—disambut sebegitu meriah oleh raksasa-raksasa sastra saat itu?”

Saya berusaha menemukan, dari ratusan komentar di website itu, adakah yang punya perasaan yang sama dengan saya, tapi saya gagal. Saya mulai ragu. Hingga suatu malam saya menemukan tulisan Indrian Koto berjudul “Puisi-Esai? Jenis Apa Lagi Nih Om Sapardi?” (7/6/2012). Inilah tulisan yang—menurut saya—untuk pertama kalinya berani menggugat karya Denny JA secara estetik, sebuah tulisan yang di dalamnya saya menemukan kegelisahan saya selama ini. Demikianlah, ketidaksetujuan saya pertama kali pada puisi-esai itu murni merupakan ketidaksetujuan estetik.

Pada 14 Januari 2014, saya mendapat ‘angin segar’ ketika sebuah petisi diluncurkan untuk merespons terbitnya buku itu. Karena saya tahu bahwa isi petisi tersebut pada intinya ingin mengajak dialog dengan Tim 8, saya pun bersedia menandatanganinya. Meski demikian, saya tetap berusaha mengambil jarak. Bahkan, waktu itu, saya buat respons tertulis atas bukan hanya tulisan Denny JA (18/1/2014) dan Fahd Djibran (7/1/2014), melainkan juga tulisan Katrin Bandel (6/1/2014) dan AS Laksana (19/1/2014), terkait dengan benturan konsistensi dan inkonsistensi argumen mereka. Saya sadar bahwa dukungan politik saya ini tetap harus melibatkan penilaian kritis atas dua pihak yang saling berebut itu.

Hampir lebih setengah tahun tulisan itu saya buat dan saya simpan baik-baik sebagai arsip pribadi bersamaan dengan mulai surutnya polemik tersebut ke permukaan. Saya pikir mungkin isunya sudah reda. Tapi ternyata saya salah. Pada pertengahan September ini, saya mendapat kabar mengejutkan: Saut Situmorang dan Iwan Soekri Munaf dilaporkan ke polisi atas tuduhan “pencemaran nama baik” Fatin Hamama. Dari sinilah saya akhirnya mengambil sikap yang jelas, kepada siapa saya harus berpihak.

Saya perlu tegaskan sikap ini sedari awal, bukan semata untuk menjelaskan peralihan dari sikap estetik ke sikap politik yang penuh pertimbangan itu, melainkan juga—yang tak kalah penting—untuk memperlihatkan betapa pentingnya melihat polemik ini secara keseluruhan sejak awal, tidak setengah-setengah, tidak sepotong-potong.

Saya memilih artikel Bung Aris, “Melawan Kekerasan terhadap Perempuan” (http://satrioarismunandar6.blogspot.com/2014/10/melawan-kekerasan-terhadap-perempuan-di.html), bukan hanya karena kontennya yang informatif dan tampaknya mewakili sebagian besar pendukung Fatin, melainkan juga karena di dalam artikel tersebut saya menemukan begitu banyak inkonsistensi argumen yang Bung Aris bangun. Jadi, respons ini sengaja saya tulis tidak terpisah dari tulisan Bung Aris sendiri agar apa yang saya respons langsung mengena ke jantung sasaran gagasan Bung Aris di setiap paragrafnya.

Poster Publikasi Diskusi Publik "Denny JA dan Penipuan Sejarah Sastra Indonesia" Rabu 19 November 2014

Poster Publikasi Diskusi Publik “Denny JA dan Penipuan Sejarah Sastra Indonesia” Rabu 19 November 2014

Latar Belakang
Kasus yang menimpa Fatin Hamama, perempuan penyair dan ibu rumah tangga, bermula dari polemik di antara sejumlah kalangan, khususnya pegiat sastra, sesudah terbitnya buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh (TSIPB).

Sejak awal, Anda sudah mengakui dengan jelas bahwa konteks pembicaraan kasus ini adalah terbitnya buku 33 TSIPB. Itu artinya Anda harus konsisten dalam setiap argumentasi Anda selanjutnya, terkait dengan kasus ini. Tapi, bahkan di paragraf awal, Anda sudah memasukkan kata-kata ibu rumah tangga, label yang justru tidak ada kaitannya dengan konteks persoalan buku 33 TSIPB ini. (Saut dan Iwan juga adalah bapak rumah tangga). Mengapa label “domestik” semacam ini menjadi penting dalam sebuah polemik yang bahkan tidak mempersoalkan apakah Anda adalah tukang ojek atau calon presiden?

Pro-kontra atau polemik terhadap sebuah buku sastra sebenarnya adalah hal yang biasa. Persoalan menjadi serius ketika salah satu pihak yang mengecam dan menolak terbitnya buku itu justru menjadikan Fatin, yang sebenarnya tidak terlibat dalam proses penerbitan buku itu, sebagai sasaran serangan-serangan di media sosial.

Pertama, Anda menganggap pro-kontra polemik—dan segala jenis kritik di dalamnya—adalah hal yang biasa. Itu berarti segala risiko yang ditimbulkan oleh polemik itu seharusnya juga dianggap hal yang wajar. Jika Anda tidak mau dikritik, jangan pernah sekali pun menyentuh polemik ini sejak awal. Fatin harusnya juga sudah tahu bahwa Saut—sejak dulu—bukanlah orang yang ramah terhadap segala bentuk isu yang ia anggap bermasalah (Ingat ketika Saut mempopulerkan “taik kucing!” tahun 2001 menyusul CyberGrafiti, kenapa tidak ada yang mempolisikannya?).

Kedua, Fatin tidak terlibat dalam proses penerbitan buku? Lagi-lagi di paragraf kedua ini Anda tidak konsisten. Polemik ini sama sekali tidak mempedulikan apakah Anda terlibat atau tidak “dalam proses penerbitan buku.” Polemik ini bukan hanya soal penerbitan buku, tapi juga menyangkut isu yang lebih luas dari itu (saya yakin Anda sudah mengerti maksud saya).

Ketiga, lagi pula, bukankah Fatin, seperti yang Anda sebutkan di paragraf pertama, bisa digolongkan ke dalam sejumlah kalangan? Ia memang tidak terlibat dalam penerbitan buku, tapi ia juga terlibat dalam polemik tersebut dalam kasus lain (yang nanti akan saya beberkan buktinya). Itu berarti masalah ketidakterlibatan dalam penerbitan buku itu menjadi inkonsisten sebagai alasan pembelaan atas Fatin.

Fatin sama sekali bukan penggagas, penyusun, penyunting, ataupun pendana bagi terbitnya buku TSIPB. Sudah jelas, buku itu disusun oleh Tim-8 yang terdiri dari 8 orang dan nama-namanya tertera dalam buku. Namun fakta ini tidak digubris oleh para penyerangnya. Justru Fatin yang dijadikan sasaran.

Pertama, Fatin memang bukan penggagas, penyusun, penyunting, atau pendana bagi buku TSIPB, tapi Fatin menjadi salah satu orang yang ikut mencari pihak-pihak yang mau mereview buku itu. Itu berarti Fatin juga terlibat dalam penerbitan TSIPB sebagai penghubung (atau—bahasa seksual verbalnya—‘mucikari’). Itu sudah diakui Fatin sendiri lewat pembicarannya dengan Ahmadun Yosi Herfanda baru-baru ini dan dari bukti sms Fatin ke Krisna Marewa. Sayang sekali, Anda sudah tidak fair menyebutkan beberapa tugas terkait dengan buku TSIPB itu, padahal itulah yang sejak awal Anda bela.

Kedua, Alasan itu pula yang membuat mengapa statemen Anda fakta ini tidak digubris oleh para penyerangnya menjadi problematik. Karena Saut dkk. sudah melihat keterlibatan Fatin sejak awal, entah itu dalam polemik, atau bahkan dalam penerbitan buku TSIPB seperti yang Anda sebutkan itu.

Namun, bahkan seandainya toh Fatin betul menjadi bagian dari penerbitan buku TSIPB, kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk serangan-serangan vulgar terhadap pribadi Fatin, seperti akan dipaparkan kemudian, tidaklah bisa diterima atau dibenarkan.

Di paragraf ini Anda tampaknya sudah mempersiapkan diri sejak awal bahwa Fatin sebenarnya memang terlibat dalam penerbitan buku TSIPB, namun Anda malu-malu mengakuinya. Anda pun mencari jalan lain untuk menjawab inkonsistensi Anda sendiri, yakni dengan membawa isu ini ke soal ‘pelecehan terhadap perempuan’, suatu statemen yang bahkan sangat problematik di sebuah ruang virtual semacam FB dan Twitter. Tapi, tak apalah, mari kita lihat nalar berpikir Anda di tulisan ini.

Mengapa Fatin Menggugat
Hal itu karena serangan-serangan terhadap Fatin tersebut bukan lagi sekadar ungkapan protes biasa, namun sudah menjadi bentuk kekerasan personal terhadap perempuan. Karena tindakan kekerasan yang berlangsung cukup intens itu sudah mengganggu kehidupan Fatin dan keluarganya, Fatin pun tidak bisa lagi berdiam diri. Fatin sebagai korban kekerasan telah melaporkan dua tokoh utama di balik tindakan kekerasan itu, yakni pegiat sastra Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang ke polisi.

Begitu mudahnya Anda menyebut kata kekerasan dan korban, sebuah terma yang sensitif sekaligus kontroversial—secara epistemologis—hingga saat ini. Masalahnya adalah, pertama, Anda tidak memberi definisi dan batasan umum tentang apa yang Anda maksud sebagai kekerasan personal itu. Bagaimana kekerasan personal bagi Anda itu bisa berlaku sama untuk kekerasan personal  bagi orang-orang lain?Apakah ketika saya menyebut teman saya Su atau brengsek di Facebook, saya lantas bisa dipolisikan begitu saja?

Kedua, Anda menyebut kata korban di sana, lalu apakah Saut yang adalah bapak rumah tangga sekaligus penyair itu bukanlah korban dari kesewenangan Fatin dalam memperkarakannya? Definisi Anda ini, meski merujuk pada Deklarasi PBB pun, sebenarnya bermasalah (Saya akan menjawab hal ini di paragraf Anda yang lain).

Patut digarisbawahi di sini, tindakan Fatin menuntut atau melaporkan Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang ke polisi bukanlah disebabkan karena kedua orang itu mengecam atau menolak penerbitan buku TSIPB. Sama sekali, tidak. Fatin sangat paham bahwa di negara demokrasi yang menganut kebebasan berekspresi ini, Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang, serta siapapun lainnya, sepenuhnya berhak mengritik, memprotes, menolak, bahkan berkampanye agar orang lain tidak membeli buku TSIPB.

Ya, saya sepakat. Dan dalam kritik, protes, dan penolakan itu, mereka pun juga berhak menyampaikannya dengan cara apapun, apalagi di ruang FB dan Twitter yang sejak awal memang bersifat publik.

Namun, yang tidak dapat ditolerir adalah bahwa Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang telah melakukan kekerasan terhadap perempuan, muslimah, ibu rumah tangga baik-baik, dengan berlindung di balik kemasan “berjuang membela sastraIndonesia.” Fatin dalam hal ini adalah korban tindak kekerasan terhadap perempuan, yang berhak sepenuhnya melaporkan para pelaku kekerasan tersebut, demi mempertahankan nama baik, martabat, dan ketenteraman kehidupan pribadi dankeluarganya.

Inilah “kejenakaan logika” Anda dalam melihat kasus Saut. Facebook dan Twitter memang didesain sebagai ruang publik virtual tanpa batas dan tanpa aturan. Itu artinya segala gangguan dan—meminjam istilah Anda—kekerasan personal dalam konteks Facebook dan Twitter harus diselesaikan juga melalui mekanisme virtual pula. Anda bisa langsung memblokir, menghapus pertemanan, atau—jika Anda sudah jengkel—matikan FB dan Twitter Anda. Sangat mudah. Kenapa dibuat rumit dengan mempolisikan segala? Ingat kasus Florence yang menghina Jogja. Ia langsung di-bully secara virtual. Itulah risiko yang harus ia terima sebagai pengguna sosmed. Harusnya itu sudah selesai. Tapi, apa yang terjadi jika sekelompok orang malah ingin mempolisikan Florence? Ketua Prodi saya di CRCS UGM sampai mengatakan: “Memalukan buat UGM! Memalukan buat Yogya! Polisi super lebay dalam menyikapi persoalan ini! Dulu kasus itu sekadar sopan santun, tapi sekarang dialah korban yang harus kita bela!” Ya, karena persoalan itu sudah selesai saat Florence di-bully habis-habisan di sosmed. Sementara kita tahu, di luar Florence, ada banyak kekerasan lain yang lebih nyata terhadap aliran kepercayaan, dan mengapa polisi letoy menyikapi ini? Sekarang, apakah polisi akan mempermalukan dirinya sendiri dengan memperkarakan Saut hanya karena ungkapannya itu, yang sebenarnya bisa diselesaikan lewat sosmed pula, sementara kejahatan seksual yang  jelas-jelas dilakukan Sitok Srengenge sangat lambat ditangani?

Aksi Aliansi Anti Penipuan Sejarah Sastra Indonesia "Denny JA, Bajingan! Stop Penipuan Sejarah Sastra Indonesia" 26 Oktober 2014. (Dok. Bosman Batubara)

Aksi Aliansi Anti Penipuan Sejarah Sastra Indonesia “Denny JA, Bajingan! Stop Penipuan Sejarah Sastra Indonesia” Bunderan UGM, Yogyakarta, 26 Oktober 2014. (Foto: Bosman Batubara)

Mengapa Kasus Ini Penting Diperjuangkan:
1. Tindakan kekerasan yang vulgar atau tidak proporsional di media sosial, apalagi ketika korbannya seorang perempuan, tidaklah bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Bahkan sekalipun alasan itu dikesankan atau dikemas sebagai sesuatu yang sangat mulia atau luhur, seperti “perjuangan membela masa depan sastra Indonesia,” dan hal-hal lain semacam itu.

Apakah media sosial itu memiliki batasan yang jelas tentang kekerasan vulgar dan tidak proporsional itu? Sekali lagi saya katakan: Jika Anda tidak mau melihat, mendengar, bahkan menjadi objek kekerasan vulgar itu, jangan sekali-kali bermain di media sosial, dan jangan berhubungan dengan orang-orang yang Anda anggap “vulgar” itu, dengan alasan apapun, bahkan sekali pun alasan itu dikesankan sebagai sesuatu yang bermoral: “Saya ibu rumah tangga yang baik-baik, dan saya akan mempolisikan semua orang yang menghina saya lewat media sosial! Jika tidak, berarti polisi tidak adil dalam hal ini!” Yang kerepotan malah polisi. Kasihan sekali para polisi itu. Kalau begitu, saya akan lapor juga: “Saya punya ratusan orang  yang pernah menghina saya lewat media sosial, Pak Pol! Apakah Anda mau menelusuri mereka satu-satu? Bahkan, tulisan Aris Munandar ini pun saya anggap sebagai kekerasan dan fitnah juga! Ya, karena saya punya UU ITE untuk mempolisikannya!”

2. Kasus ini menjadi pembelajaran publik agar jangan ada lagi perempuan yang menjadi korban kekerasan di media sosial. Kekerasan semacam itu, jika dibiarkan saja, dikhawatirkan memberi contoh keliru, seolah-olah kekerasan terhadap perempuan di media sosial adalah hal yang biasa-biasa saja. Demokrasi, kebebasan beropini, dan berekspresi tidak boleh dijadikan dalih untuk dengan seenaknya melakukan kekerasan terhadap kaum perempuan di media sosial.

Kasus ini juga menjadi pembelajaran publik agar jangan ada lagi orang-orang, entah laki-laki atau pun perempuan, yang langsung memperkarakan sesuatu ke polisi disebabkan oleh media sosial. Tindakan semacam itu, jika dibiarkan saja, dikhawatirkan memberi contoh yang buruk, seolah-olah semua bentuk pernyataan di media sosial adalah hal yang perlu diurus semuanya. Profesi, kondisi ekonomi, keluarga, keturunan, atau pun agama tidak bisa dijadikan dalih untuk dengan seenaknya mempolisikan orang hanya karena media sosial.

3. Ini adalah pertama kalinya terjadi di Indonesia, seorang perempuan yang menjadi korban kekerasan di media sosial, mengadukan kasusnya dan menuntut para pelaku kekerasan tersebut ke pengadilan. Dengan demikian, kasus Fatin Hamama ini menjadi preseden yang mungkin sekali berpengaruh pada kasus-kasus hukum berikutnya.

Ini juga pertama kalinya terjadi di sastra Indonesia, seorang laki-laki yang sejak dulu terbiasa mengungkapkan kata-kata sangar terhadap segala hal yang dianggapnya tak beres di ranah kesusastraan (secara khusus) dan kekuasaan (secara umum), diadukan ke polisi. Dengan demikian, kasus Saut ini menjadi preseden yang mungkin sekali dianggap ‘konyol’ oleh banyak kalangan di kasus-kasus hukum sejenis.

4. Bukan tidak mungkin, bukan cuma Fatin Hamama yang pernah menjadi korban kekerasan di media sosial, namun para korban tersebut –karena satu dan lain hal—mungkin takut, cemas, atau tak percaya diri untuk tampil terbuka di depan publik memperjuangkan hak dan kepentingannya. Dengan demikian, lewat kasus Fatin Hamama ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para perempuan lain korban kekerasan di media sosial, untuk juga bangkit, bersuara, dan melawan kekerasan di media sosial tersebut.

Bukan tidak mungkin, bukan cuma Saut dan Iwan yang pernah menjadi korban yang dirugikan di media sosial, namun para korban tersebut—karena satu dan lain hal—mungkin takut, cemas, atau tak percaya diri untuk tampil secara terbuka di depan publik menyampaikan sesuatu yang tidak ia setujui sebab khawatir dipolisikan! Dengan demikian, lewat kasus Saut dan Iwan ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para pengguna media sosial, untuk juga bangkit, bersuara, dan melawan segala bentuk ketidakberesan dan kekonyolan ‘moralis’ di media sosial tersebut.

Landasan Hukum dan Contoh-contoh Kekerasan terhadap Fatin Hamama
Menurut Deklarasi PBB tentang anti kekerasan terhadap perempuan pasal 1 tahun 1983, yang dimaksud dengan kekerasan terhadap perempuan adalah: “Segala bentuk kekerasan berbasis jender yang berakibat atau mungkin berakibat, menyakiti secara fisik, seksual, mental atau penderitaan terhadap perempuan; termasuk ancaman dari tindakan tersebut, pemaksaan atau perampasan sewenang-wenang kebebasan, baik yang terjadi di lingkungan masyarakat maupun dalam kehidupan pribadi.”

Pertama, Rekomendasi CEDAW atas PBB yang salah satu pasalnya Anda sebutkan itu memang problematik. Dan ini sudah dibicarakan dalam Expert Group Meeting PBB tahun 2000 di Kroasia (http://www.un.org/womenwatch/daw/csw/genrac/report.htm). Lihat di poin C “Intersectional Subbordination of Women”, bagaimana komite ahli mempermasalahkan definisi kekerasan terhadap perempuan yang direkomendasikan CEDAW itu. Apakahgender sama dengan perempuan? Apakah CEDAW sebenarnya ingin membelaperempuan atau menghapus ketidakadilan gender atau rasial? Para pembuat draft CEDAW, sayangnya, tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan women itu, dan itu sudah keburu dijadikan hukum universal PBB, seolah-olah pengertian women itu memiliki makna yang sama bagi semua orang di semua kebudayaan untuk semua kasus diskriminasi/subordinasi. Alih-alih menjadi hukum universal yang melampaui identitas, deklarasi itu benar-benar binerian dan seksis! (baca tulisan Darren Rosenblum, “Unsex CEDAW: What’s Wrong with ‘Women’s Rights”, Columbia Journal of Gender & Law, 98,Vol.20, No. 2, 2011: 1-64).

Kedua, jika Anda tetap memaksa menggunakan CEDAW yang “seksis” itu, saya juga bisa menggunakan Deklarasi PBB dari Rekomendasi CERD (Convention on Elimination of Racial Discrimination) Pasal 1 tentang Diskriminasi Rasial:“Segala bentuk pengucilan, pengecualian, pembatasan, atau pemilihan berdasarkan ras, warna, keturunan, atau asal-muasal negara atau etnik yang bertujuan atauberakibat meniadakan atau merugikan pengakuan, kesenangan, atau hak asasi dan kebebasan dalam politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, atau segala aspek kehidupan publik yang lain.” Dan itulah rekomendasi komite ahli tersebut agar kekerasan terhadap perempuan itu diganti dengan ketidakadilan gender dan rasial.

Dalam hal ini, tindakan Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut terhadap Fatin jelas sudah masuk dalam kategori kekerasan terhadap perempuan, karena telah berakibat menyakiti (secara mental) atau berakibat penderitaan pada Fatin (plus keluarganya, terutama anaknya). Yang lebih buruk lagi, tindakan kekerasan itutidak dilakukan secara tertutup, tetapi terang-terangan di group FB sehingga dibaca oleh ribuan orang lain atau lebih. Dengan demikian, dampak negatif tindakan kekerasannya jadi berlipat terhadap korban. 

Dalam hal ini pula, tindakan pelaporan Fatin terhadap Saut dan Iwan bisa dikategorikan tindakan rasial dan diskriminatif, karena ia berusaha meniadakan kebebasan Saut dan Iwan dalam kehidupan publik itu tadi. Bahkan, Fatin juga berusaha mengancam memenjarakan Saut dkk secara tak langsung lewat pembicaraannya dengan Menali baru-baru ini. Pembicaraan ini sudah terang benderang diposting di group FB sehingga dibaca oleh ribuan orang lain atau lebih. Dengan demikian, dampak negatif tindakan diskriminasinya jadi berlipat terhadap Saut dan Iwan.

Marilah kita lihat, seperti apa tindakan kekerasan yang dilakukan Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang. Dalam group Anti Pembodohan Buku 33 TokohSastra Indonesia Paling Berpengaruh di Facebook, pada 6-8 April 2014, Sutan Iwan Soekri Munaf mengumbar julukan “mucikari” pada Fatin, seorang perempuan, muslimah, dan ibu rumah tangga baik-baik. “Mucikari” adalah julukan yang sangat menghina dan merendahkan Fatin.

Tulisan Sutan Iwan Soekri Munaf pada 7 April 2014 pukul 5:07 pagi menyatakan: “Ada lagi yang bilang, neneknya Fatin itu Perempuan yang punya nama dantercatat dalam sejarah. Aku balik bertanya pada orang itu: kok dia nggak malumengaku cucunya pahlawan minangkabau itu? MEMANG DASAR MUCIKARI!!!!!!” (Huruf kapital dan 6 tanda seru dari Sutan Iwan Soekri Munaf sendiri). Selama tiga hari (6-8 April 2014), sedikitnya Sutan Iwan Soekri Munaf sudah 9 (sembilan) kali menyebut kata “mucikari” atau “mucikari sastra” dalam komentarnya di group FB, dan semua itu adalah julukan terhadap Fatin.

Dalam salah satu komentarnya, Sutan Iwan Soekri Munaf sempat menyinggung jilbab yang selalu dikenakan Fatin. Jilbab diyakini Fatin bukan sekadar sebagai identitas seorang muslimah yang ingin menjaga martabat dirinya, tetapi bagian dari suatu keyakinan keagamaan. Namun pada 8 April pukul 6:56 pagi, Sutan Iwan Soekri Munaf menulis: “…..jangan mata kita tersaput oleh jilbabnya, oleh tutur manis katanya, namun perilakunya berbisa!..”

Saut Situmorang di group FB yang sama malah menjuluki Fatin dengan julukan yang lebih kasar lagi. Pada komentarnya tanggal 18 Maret 2014 pukul 9:38 malam, Saut Situmorang menantang untuk diajukan ke pengadilan, sekaligus ia juga menista Fatin. Saut Situmorang menulis: “Tolong bilang ke Fatin Hamama kalok si Saut Situmorang pengen banget ke pengadilan sama dia! Tolong birahi si Saut ini diawujudkan yaaa! Kalok gak berani, jangan ngancam-ngancam orang kayak lonte tua yang gak laku!”

Bayangkan, seorang perempuan muslimah baik-baik, yang sudah bersuami dan punya beberapa anak, disamakan dengan “lonte tua yang gak laku.” Selain terang-terangan bertentangan dengan fakta, julukan “lonte tua yang gak laku” itu adalah bentuk kekerasan verbal yang sangat vulgar. Tetapi Saut Situmorang tampak enteng saja dan tidak merasa bersalah melontarkan kata-kata tidak senonoh terhadap perempuan dan ibu rumah tangga baik-baik itu, dengan berlindung di balik kemasan “sedang berjuang untuk membela sastra Indonesia.”

Saut Situmorang memang tampaknya sangat “kreatif” dalam menciptakan julukan-julukan yang melecehkan Fatin. Selain julukan “bajingan” yang sering ialontarkan terhadap Fatin, Saut pada 18 Maret 2014 pukul 9:52 malam menulis:“Gak perlu khawatir apalagi sampek takut dengan Tukang Jual Koyok yang belagak ngancam-ngancam pakek pengacara! ….”

Saut Situmorang juga menantang untuk diperkarakan secara hukum, pada tulisannya di group FB, 5 April 2014 pukul 5:52 sore: “Gendis Danerek, si Fatin itu cumak berani gertak doang! Aku udah maki-maki dia dari dulu tapi kok sampek sekarang gak ada somasi dari pengacaranya yaa! Dasar sampah dia itu! Semoga dia dan para cecunguknya baca ini!” Dengan kalimat “aku udah maki-maki dia dari dulu,” Saut sendiri mengakui bahwa dia sudah sering sekali dan secara berkelanjutan memaki-maki dan merendahkan pribadi Fatin.

Dalam kasus Sutan Iwan Soekri Munaf, pernah terjadi upaya perdamaian antara Sutan Iwan Soekri Munaf dan Fatin pada Mei 2014, di mana keduanya sempat bertemu di anjungan Sumatera Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dengan dihadiri beberapa pegiat sastra lain. Sutan Iwan Soekri Munaf menyatakan mau “minta maaf,” namun belum jelas bagaimana wujud konkret “permintaan maaf” Iwan itu. Upaya damai itu belum tuntas, dan hal itu dinyatakan oleh Sutan IwanSoekri Munaf di group FB. Menanggapi situasi itu, Saut Situmorang tidak mendukung jalan perdamaian. Sebaliknya, ia justru mengatakan di group FB pada 25 Juni 2014 pukul 10:41 pagi: “Kalok menurut aku sih: tak ada damai dengan bajingan! Perang!”

Jadi, Saut Situmorang memprovokasi Sutan Iwan Soekri Munaf untuk terus memerangi Fatin sambil sekaligus menista Fatin. Seruan Saut Situmorang bersambut dengan jawaban Sutan Iwan Soekri Munaf pada 25 Juni pukul 1:33 siang: “Saut Dan Katrin: Siap, bro!”

Saya tak perlu menjawab 9 paragraf Anda ini satu per satu. Karena pengumpulan data Anda ini lucu. Group AAP memang didesain untuk mengecam terbitnya buku 33 TSIPB. Jadi, harus seperti apa, bagaimana, dan dalam bentuk seperti apa group ini diarahkan, itu terserah para admin. Dan begitulah yang berlaku di hampir semua group FB. Admin juga berhak menendang siapapun yang tak sevisi dengan mereka keluar dari group, dan admin juga tak pernah memaksa siapapun untuk masuk ke dalam group tersebut. Bahkan, mau berkomentar sampah seperti apapun, itu juga terserah para admin dan anggotanya. Masalahnya, data-data yang Anda kumpulkan itu berasal dari group AAP ini, dan dengan mudahnya Anda menyatakan bahwa data ini bisa digunakan sebagai bukti valid atas sampling Anda. Mirip dengan riset konyol: “99 persen wanita Yogyakarta tidak perawan”, ya tentu saja karena sampel yang diambil adalah para PSK di Sarkem! Sumber data yang keliru—karena group AAP bersifat bebas, publik, dan terbuka untuk semua komentar jenis apapun, serta tujuannya yang memang didesain untuk mengecam TSIPB itu—membuat data yang Anda kumpulkan menjadi bermasalah. Memperkarakan Saut dan Iwan, atau semua anggotadalam group AAP—sebagaimana yang dibayangkan oleh Fatin, misalnya—juga merupakan bentuk kekonyolan. Bagaimana mungkin group FB yang memang ditujukan untuk mengkritik suatu isu tertentu harus diperkarakan oleh orang yang bukan anggota group itu dan tidak tahu menahu soal ‘aturan main’ group FB?

Kalau mau diperpanjang masih ada contoh-contoh lain. Namun, beberapa contoh di atas cukuplah untuk menggambarkan bagaimana bentuk kekerasan yang dilakukanSutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang terhadap Fatin. Semua record daricontoh kekerasan oleh Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang disimpan olehpengacara Fatin. Namun, jika publik mencoba mengakses semua itu di group Anti Pembodohan Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh di Facebook mungkin semua itu sudah hilang, dan bisa jadi sudah di-delete oleh yang bersangkutan untuk “menghapus jejak” perbuatan kekerasannya.

Pertama, Anda tidak perlu khawatir bahwa Saut dkk. bersembunyi dengan menghapus jejak-jejak yang Anda maksud itu. Jika Anda mengunjungi AAP, puluhan komentar sejenis dari Saut dan para anggotanya bertebaran di mana-mana. Namun, perlu Anda ingat, seperti yang sudah saya jelaskan, sebelum Anda memperkarakan AAP, keinginan Anda ini sudah bermasalah sejak awal.

Kedua, kalau mau diperpanjang juga, AAP juga punya banyak bukti tentang keterlibatan Fatin dalam buku 33 TSIPB itubukti rekening pengembalian uang dari Ahmadun, pengunduran diri Maman, penolakan PDS Jassin, penarikan diri Remy Sylado, hingga pencomotan lukisan Hanafi tanpa izin. Bukti-bukti ini lebih konkret dibanding pernyataan “bajingan” dan “mucikari” yang berkali-kali Anda gunakan untuk menyudutkan Saut dan Iwan itu. Dari sini saja sebenarnya sudah terlihat begitu jomplangnya bukti Anda dan bukti yang dimiliki AAP.

Ketiga, definisi Anda tentang mucikari dijadikan alasan untuk memolisikan Saut secara hukum karena tidak sesuai dengan definisi ibu rumah tangga baik-baik yang Andarujuk pada Fatin. Apakah perbedaan definisi itu bisa dijadikan landasan hukum untuk memperkarakan seseorang? Apakah, misalnya, jika saya menyebut “Anda pemerkosa” karena telah menggoda seorang gadis bisa diasosiasikan langsung pada makna menodai keperawanan gadis itu, sehingga pantas dipolisikan, padahal yang dimaksud itu adalah menggoda si wanita? Apakah saya langsung Anda sebut sedang mencemarkan nama baik? Berapa banyak orang menggunakan istilah pemerkosa yang sebenarnya tidak denotatif merujuk pada penodaan biologis, melainkan konotatif untuk merujuk pada makna lain? Saya harap saya tak perlu lagi menjelaskan materi SD kelas IV ini hanya untuk menguraikan maksud mucikari yang digunakan Saut dkk itu.

Aksi Aliansi Anti Penipuan Sejarah Sastra Indonesia "Denny JA, Bajingan! Stop Penipuan Sejarah Sastra Indonesia" 26 Oktober 2014. (Dok. Bosman Batubara)

Aksi Aliansi Anti Penipuan Sejarah Sastra Indonesia “Denny JA, Bajingan! Stop Penipuan Sejarah Sastra Indonesia” 26 Oktober 2014. (Foto: Bosman Batubara)

Di bawah ini, saya akan mencoba menunjukkan berdasarkan pasal-pasal dari undang-undang yang berlaku, bahwa apa yang dilakukan Sutan Iwan Soekri Munafdan Saut Situmorang di media sosial sebetulnya secara hukum sudah termasukperbuatan terlarang.

Saya juga akan mencoba merespons betapa bermasalahnya implementasi UU ITE dan KUHP 310 itu, aturan perundang-undangan yang sebenarnya sama problematiknya dengan KUHP 156a dan UU No. 1 PNPS tahun 1965 tentang “Penodaan Agama”. Bagaimana, dengan UU ini, mereka yang sebenarnya berkuasa menempatkan dirinya sebagai korban yang patut dibela secara konstitusional.

Pasal 27 ayat (3) UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) menyatakan, salah satu perbuatan yang dilarang adalah: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikandan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau DokumenElektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”Informasi yang disebarkan di group FB oleh Sutan Iwan Soekri Munaf dan SautSitumorang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik terhadapFatin, dan dengan demikian masuk kategori ini.

Ada ancaman hukuman untuk perbuatan terlarang itu. Pasal 45 ayat 1 UU ITE menyatakan ketentuan pidana bahwa: “Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Ronny, M.Kom,M.H (Ronny Wuisan), seorang LawBlogger atau Praktisi Hukum Telematika di Indonesia menjelaskan dalam sebuah situs online, bahwa keberlakuan dan tafsir atas Pasal 27 ayat (3) UU ITE tidak dapat dipisahkan dari norma hukum pokok dalam Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

Demikian salah satu pertimbangan Mahkamah Konstitusi dalam putusan perkara No.50/PUU-VI/2008 atas judicial review pasal 27 ayat (3) UU ITE terhadap UUD 1945.Mahkamah Konstitusi menyimpulkan bahwa nama baik dan kehormatan seseorang patut dilindungi oleh hukum yang berlaku, sehingga Pasal 27 ayat (3) UU ITE tidakmelanggar nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan prinsip-prinsip negarahukum. Pasal 27 ayat (3) UU ITE adalah Konstitusional.

Bila dicermati isi Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE tampak sederhana bila dibandingkan dengan pasal-pasal penghinaan dalam KUHP yang lebihrinci. Oleh karena itu, penafsiran Pasal 27 ayat (3) UU ITE harus merujuk padapasal-pasal penghinaan dalam KUHP. Misalnya, dalam UU ITE tidak terdapat pengertian tentang pencemaran nama baik.

Dengan merujuk Pasal 310 ayat (1) KUHP, pencemaran nama baik diartikan sebagaiperbuatan menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkansesuatu hal yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum.

Pasal 310 ayat (1) KUHP menyatakan: “Barang siapa sengaja menyerang kehormatanatau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjarapaling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu limaratus rupiah.”

Sedangkan Pasal 310 ayat (2) KUHP menyatakan: “Kalau hal ini dilakukan dengan tulisan atau gambar yang disiarkan, dipertunjukkan pada umum atau ditempelkan,maka yang berbuat itu dihukum karena menista dengan tulisan dengan hukumanpenjara selama-lamanya satu tahun empat bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp4.500,-.” Penggunaan media sosial oleh Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang dalam menyerang nama baik dan melakukan kekerasan terhadap Fatin bisa masuk kategori “disiarkan” atau “dipertunjukkan pada umum.”

Masih ada pasal lain dalam UU ITE yang terkait dengan pencemaran nama baik dan memiliki sanksi pidana dan denda yang lebih berat lagi. Perhatikan pasal 36 UUITE tentang perbuatan yang dilarang. Pasal itu menyatakan: “Setiap orangdengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27 sampai Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagiorang lain.”

Tindakan Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang jelas telah menimbulkan kerugian, gangguan, dan ketidaknyamanan pada Fatin dan keluarganya. Salah satuanak Fatin bahkan pernah dipanggil oleh gurunya di sekolah dan ditanyai tentang berbagai hal yang berkaitan dengan posting-posting dan serangan di media sosialterhadap Fatin. Hal ini membuat anak Fatin tertekan.

Melanjutkan penjelasan tentang pasal 36 UU ITE itu, ada ancaman hukumannya. Misalnya, seseorang yang menyebarluaskan informasi elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain akan dikenakan sanksi pidana penjara maksimum 12 tahun dan/atau denda maksimum Rp 12 miliar (dinyatakan dalam Pasal 51 ayat 2).

Sedangkan Pasal 311 ayat (1) KUHP menyatakan: “Barang siapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan tulisan, dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya sedang diketahuinya tidak benar, dihukum karena salah memfitnah dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun.”

Mengenai pasal ini, R. Soesilo (1991) dalam bukunya yang berjudul KitabUndang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal DemiPasal, mengatakan bahwa kejahatan pada pasal ini dinamakan memfitnah. Atas pasal ini, R. Soesilo merujuk kepada catatannya pada Pasal 310 KUHP no. 3 yang menjelaskan tentang apa itu menista. Dalam penjelasan Pasal 310 no. 3, R.Soesilo mengatakan antara lain bahwa untuk dikatakan sebagai menista,penghinaan itu harus dilakukan dengan cara “menuduh seseorang telah melakukanperbuatan yang tertentu” dengan maksud tuduhan itu akan tersiar (diketahui orang banyak).

Perbuatan yang dituduhkan tidak perlu suatu perbuatan yang boleh dihukum seperti mencuri, menggelapkan, berzinah, dan sebagainya. Perbuatan tersebut cukup perbuatan biasa, yang sudah tentu merupakan perbuatan yang memalukan,misalnya menuduh bahwa seseorang telah berselingkuh. Dalam hal ini bukan perbuatan yang boleh dihukum, akan tetapi cukup memalukan bagi yang berkepentingan bila diumumkan. Tuduhan tersebut harus dilakukan dengan lisan,apabila dilakukan dengan tulisan (surat) atau gambar, maka penghinaan itu dinamakan “menista/menghina dengan surat (secara tertulis)”, dan dapat dikenakan Pasal 310 ayat (2) KUHP.

Kasus Saut dan Iwan ini sebenarnya punya pola yang sama dengan kasus-kasus lain yang dijerat UU ITE dan KUHP 310 itu. Dulu, tahun 2012, seorang Atheis dari Minang, Alex Aan, pernah dijerat UU yang sama karena dituduh menghina Nabi Muhammad. Tahun 2014 ini bahkan sudah ada tiga kasus yang menimpa SBY, Jokowi, dan Prabowo terkait penghinaan terhadap ketiganya di media sosial. Di tahun ini pula juga ada kasus Florence yang sempat dipenjara karena menghina Yogya.

Bedanya, kasus ini tergolong unik. Pertama, Saut dan Iwan adalah sastrawan, dan dengan UU ITE dan KUHP 310, status mereka sebagai sastrawan menjadi tidak lagi penting. Meskipun bukan sekali ini saja seorang sastrawan diperkarakan, delik aduan dengan UU hate speech itu mungkin adalah yang pertama menimpa Saut dan Iwan.

Kedua, keberadaan Komnas Perempuan seolah memperkuat status “korban” Fatin Hamama. Mirip dengan CEDAW, Komnas Perempuan bertugas untuk mengadvokasi para perempuan korban kekerasan. Itulah mengapasejak awal ibu rumah tangga dan muslimah baik-baik akan terus digunakan untuk menjerat keduanya

Izinkan saya untuk melakukan pembelaan tertulis ini atas dua masalah di atas berdasarkan kasus-kasus lain yang sejenis. Saya tak akan berbicara tentang konten hukum UU itu, yang sebenarnya bisa digunakan Saut dkk untuk melawan balik saat ia “dicemarkan nama baiknya” dituduh sebagai ekstremis dan fasis (12 kali dalam sebuah tulisan Denny JA hanya 2 lembar), itu adalah wilayah kuasa hukum atau pengacara Saut dan Iwan.

Yang ingin saya tegaskan adalah, pertama, belajar dari kasus Florence, kita perlu membedakan mana yang “amoral” dan mana yang “kriminal”. Apakah ucapan yang dianggap “amoral” bisa dikategorikan “kriminal”? Di sinilah letak bermasalahnya implementasi UU itu. Mirip dengan implementasi KUHP 156a dan UU No. 1 PNPS tahun 1965, apakah dengan tidak menjadi bagian dari agama formal negara, suatu aliran kepercayaan dianggap melakukan penodaan (blasphemy)? Apakah hanya dengan menyebut “Polisi itu tak becus!” lantas saya bisa dianggap kriminal dan dipenjara?

Kedua, belajar dari kasus Alex Aan, pengaduan Aan justru mendapat penolakan tegas dengan munculnya petisi “Release Alexander Aan”. Di sini, jika Saut dan Iwan tetap diperkarakan atas delik aduan itu, bukan berarti dukungan terhadap mereka menyusut. Saya malah berpikir aduan tersebut akan membuat pendukung Saut dkk bertambah, dan jika itu sampai terjadi kondisi kesusastraan Indonesia akan semakin buruk. Saya tak berpikir Fatin akan menempuh cara ini kecuali jika ia tak mempedulikan nasib kesusastraan ke depan.

Ketiga, belajar dari CEDAW, keberadaan Komnas Perempuan sebenarnya agak lucu. Jika konteks historis Komnas itu lahir dari sejarah 1998, tampaknya konteks itu kini sudah mulai berubah, dan mengapa advokasi hukum hanya berlandaskan “jenis kelamin” menjadi bermasalah. Perlukah mengganti Komnas Perempuan menjadi Komnas Gender dan Rasial? Sehingga, bukan karena Fatin yang perempuan ia bisa mendapat advokasi, melainkan juga Saut dan Iwan juga punya dukungan yang serupa meskipun mereka laki-laki.

Demikianlah beberapa uraian tentang landasan hukum yang digunakan Fatin untukmelaporkan Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang ke polisi. Pelaporan ini perlu dilakukan Fatin, bukan karena sikap oposisi Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang terhadap buku TSIPB seperti klaim keduanya, tetapi semata-mata karena tindakan kekerasan mereka yang telah melampaui batas terhadap Fatin. Fatin sebagai seorang perempuan,muslimah, dan ibu rumah tangga, yang memiliki suami dan anak-anak, sepenuhnya berhak mempertahankan nama baik, martabat, dan ketenteraman hidup diri dan keluarganya.

Saya tak menyangkal kata mucikari akan bermasalah jika asosiasinya diperlawankan dengan ibu rumah tangga baik-baik, tapi melihat begitu banyaknya inkonsistensi argumen Anda dalam menyampaikan latar belakang isu ini membuat penggunaan kata tersebut menjadi tak lagi sederhana (sebagaimana yang sudah saya sampaikan panjang lebar sebelumnya). Dan itu semakin diperparah ketika Anda tampaknya sengaja membuat deadlock dengan menggunakan UU ITE dan KUHP 310 itu tanpa melihat bagaimana suatu istilah tertentu di suatu tempat dan waktu tertentu bisa dipahami berbeda jika diterapkan di tempat dan waktu yang lain (Ini mungkin juga peringatan buat Saut dan Iwan). Namun, jika memang benar prediksi yang menyebutkan bahwa ketegangan yang melibatkan Saut dan Fatin ini bukanlah ketegangan personal semata, melainkan ketegangan ideologis antara Boemipoetra dan TUK, suatu “perang” yang sudah lama dideklarasikan oleh Saut, maka pemolisian Saut hanya akan membuat orang-orang semakin tak sadar tentang isu apa sebenarnya yang mengawali masalah pemolisian Saut itu sejak awal. Yang ada di pikiran mereka hanyalah bahwa “Dua sastrawan laki-laki pernah melakukan pelecehan verbal terhadap seorang ibu rumah tangga baik-baik!” “Saut dan Iwan tak ubahnya Sitok!” Bukan hanya itu saja, suatu saat, entah itu kapan, akan muncul pelaziman-pelaziman tertentu bahwa “sastra Indonesia sudah mulai terbiasa berurusan dengan polisi!”, suatu hal yang tak pernah saya harapkan terjadi.

Tujuan kedua, kasus yang menimpa Fatin Hamama ini bisa menjadi pembelajaran publik bahwa seseorang tidak boleh melakukan kekerasan terhadap perempuan, apalagi kekerasan itu dilakukan secara berkelanjutan, melalui media sosial yang bisa diakses banyak orang. Akibatnya, kekerasan itu berdampak meluas dan melipatgandakan efek negatifnya terhadap perempuan yang menjadi korban, serta keluarga korban (terutama anak-anak). Pelaku kekerasan semacam ini tidak bisa dan tidak layak berlindung dari tuntutan hukum atas perbuatan yang dilakukannya, meski kekerasan itu dilakukan dengan dibalut kemasan indah atau slogan yang digambarkan begitu luhur, seperti “membela sastra Indonesia.”

Dan tulisan Anda ini tampaknya memang ingin mengarahkan pembaca ke isu lain di luar masalah utama yang hendak dipropagandakan AAP. Itulah mengapa saya menulis respons ini semata-mata bukanlah bentuk dukungan buta terhadap Saut dan Iwan, melainkan suatu rehabilitasi tertulis atas segala upaya akumulasi wacana apapun yang ingin mengalihkan isu tersebut ke masalah kriminalitas. Berkali-kali Anda menyebut kekerasan terhadap perempuan dan berlindung di bawah niat luhur “membe lasastra Indonesia”, penyebutan dua masalah yang sama-sama problematik, seolah-olah tindakan Saut dkk terhadap Fatin muncul begitu saja tanpa sebab, seolah-olah mereka dan kawan-kawan aliansi adalah “orang-orang moralis” yang berpikir tentang kemuliaan sastra Indonesia.

***

Terlepas dari masalah inkonsistensi argumen Bung Aris dalam artikelnya, jika boleh berharap, saya punya dua harapan. Pertama, mediasi. Saya tahu ini bukan satu-satunya cara, dan saya tahu upaya dialog semacam ini pernah diupayakan oleh Tim Petisi pada 17 Januari 2014 di PDS HB Jassin, tapi tak pernah direspons oleh Tim 8, hingga saat ini! Wajar jika Saut dkk naik darah. “Tak mau dialog, tapi malah mensomasi!” Meski demikian, apa yang dilakukan Ahmadun baru-baru ini patut diperhatikan. Bertemu dengan Fatin, tapi—dari dialognya—terlihat ia tetap mengambil jarak dengannya. Sayang sekali, Ahmadun waktu itu tak mewakili siapapun. Masalahnya, konteks kasus Saut dkk saat ini tak lagi sesederhana seperti 17 Januari dulu karena yang terjadi kini sudah melibatkan polisi dan peradilan. Apakah ada pihak ketiga yang mau memediasi ini?

Kedua, jika jalan mediasi gagal, protes itu tetap harus dilakukan. Tapi, upayanya harus lebih konkret. Antara lain melalui petisi atau advokasi hukum. Jika Saut dan Iwan—semoga tidak terjadi—gagal menang dipengadilan, dukungan terhadap mereka saya prediksi akan semakin membuncah dibanding dukungan terhadap petisi sebelumnya. Dan jika ini sampai terjadi, seperti yang sudah saya sebutkan, Fatin dan mereka yang terlibat dalam buku TSIPB akan merisikokan dirinya sendiri secara tak langsung ke dalam sebuah arena di mana publik menjadi sadar mengapa seorang sastrawan dipenjara hanya karena omongannya, dan mengapa seorang kriminal yang jelas-jelas memperkosa dibiarkan bebas tanpa syarat?

Catatan: Tulisan ini akan disampaikan dalam “Denny JA dan Sejarah Penipuan Sejarah Sastra Indonesia” di Auditorium FIB UGM pada hari Rabu, 19 November 2014.[]

115 Comments

  1. This sedentary lifestyle has made obesity a quite threatening and tough to get
    rid of concern.

    Look at my website: Garcinia Cambogia Xt gnc

  2. NBA says:

    Hi there, I found your website by way of Google at the same time as searching for a related topic, your site got here up, it appears great. I have bookmarked it in my google bookmarks.

  3. Soccer says:

    Good website! I really love how it is simple on my eyes and the data are well written. I am wondering how I could be notified when a new post has been made. I’ve subscribed to your RSS which must do the trick! Have a great day!

  4. It¡¦s actually a nice and useful piece of info. I am happy that you simply shared this useful info with us. Please keep us up to date like this. Thank you for sharing.

  5. People today with sensitive skin may possibly notice a some redness or itching for the 1st handful of days of use.

    My homepage garcinia cambogia slim reviews

  6. you are truly a good webmaster. The web site loading speed is incredible. It kind of feels that you’re doing any distinctive trick. Also, The contents are masterpiece. you have done a excellent task on this topic!

  7. Feel authentic stupid when I am generally cautious of these things!

    My homepage: Top 10 Garcinia Cambogia Supplements – LabDoor

  8. It can be fairly beneficial to pay attention to the radio for solutions to wellness inquiries.
    You can frequently complete other duties though paying out awareness to this kind
    of a plan. For instance, you may perhaps be capable to play the program whilst operating
    errands or even while functioning. The healthline
    is a good way to learn about nutrition and well being.

    My blog post … garcinia cambogia gnc dr oz (http://gilda117.ihep.ac.cn/ATLAS/view_profile.php?userid=24823189)

  9. Some of the findings had been submitted to the Federal Trade Commission – which
    regulates false promoting – by LabDoor.

    Stop by my page garcinia cambogia gnc price

  10. Your means of describing the whole thing in this paragraph is truly pleasant, all can without difficulty
    be aware of it, Thanks a lot.

    Look at my webpage … joven skin care products

  11. Appreciating the hard work you put into your site and detailed information you offer.
    It’s nice to come across a blog every once in a while that isn’t
    the same outdated rehashed material. Excellent read!
    I’ve bookmarked your site and I’m adding your RSS
    feeds to my Google account.

  12. I savor, lead to I discovered just what I used to be having a look for. You’ve ended my 4 day long hunt! God Bless you man. Have a great day. Bye

  13. When it comes to business you want ot be sure that you’ve got all your bases covered. More importantly it seems like you’ve covered the basics in this post.

  14. There is visibly a bunch to know about this. I feel you made various nice points in features also.

  15. Thanks a lot for sharing this with all folks you actually recognize what you are talking about! Bookmarked. Kindly additionally consult with my web site =). We could have a link change contract among us!

  16. I really appreciate this post. I¡¦ve been looking everywhere for this! Thank goodness I found it on Bing. You have made my day! Thanks again

  17. magnificent put up, very informative. I wonder why the opposite experts of this sector don’t notice this. You should proceed your writing. I’m sure, you have a great readers’ base already!

  18. Home’s today have all sorts of electronic devices requiring internet access such as smart-phones, tablets, computers, printers, security systems, smart-TV’s, and even smart-refrigerators!

  19. I want to start to put all my photos up on my camera, and start a blog or something. Where is a good place to do this like a website or something, do i have to copyright them thanks :).

  20. sekiz izle says:

    843418 955811I tried to submit a comment earlier, although it has not shown up. I will remember this. 661044

  21. I am so happy to read this. This is the kind of manual that needs to be given and not the random misinformation that is at the other blogs. Appreciate your sharing this greatest doc.

  22. Hi, i think that i saw you visited my site so i came to “return the favor”.I’m attempting to find things to improve my site!I suppose its ok to use a few of your ideas!!

  23. Hiya, I’m really glad I’ve found this info. Today bloggers publish just about gossips and web and this is really annoying. A good website with exciting content, this is what I need. Thank you for keeping this site, I will be visiting it. Do you do newsletters? Can not find it.

  24. What’s the biggest lie you once believed was true?

  25. Fantastic web site. A lot of useful info here. I¡¦m sending it to some buddies ans also sharing in delicious. And certainly, thank you to your effort!

  26. I haven¡¦t checked in here for a while because I thought it was getting boring, but the last few posts are great quality so I guess I will add you back to my daily bloglist. You deserve it my friend :)

  27. Thanks for the sensible critique. Me and my neighbor were just preparing to do a little research about this. We got a grab a book from our local library but I think I learned more clear from this post. I am very glad to see such wonderful info being shared freely out there.

  28. I was suggested this blog by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my trouble. You are wonderful! Thanks!

  29. Personally we believe in building long-term relationships and making certain that our clients succeed in all their goals because their success is our success. What do you think about that?

  30. Keep working ,fantastic job!

  31. I am just writing to let you understand what a beneficial discovery my princess found going through your blog. She realized some issues, most notably what it is like to have an ideal helping mindset to have the rest with ease know just exactly specified tricky subject areas. You truly exceeded people’s expected results. Thank you for delivering these beneficial, healthy, educational and also unique tips on the topic to Jane.

  32. I’m very happy to read this. This is the kind of manual that needs to be given and not the random misinformation that is at the other blogs. Appreciate your sharing this best doc.

  33. Hi my loved one! I want to say that this article is awesome, great written and come with approximately all vital infos. I would like to peer extra posts like this .

  34. One thing they did say about her though was that she loved olive oil, which is why she lived so long. Impressive when you sit down and think of it.

  35. One can undertake all sorts of advised excursions with assorted limousine functions. Various offer fantastic courses and many can take clients for just about any ride your bike over the investment banking area, or even for a vacation to new york. ???????

  36. I don’t even know how I ended up here, but I thought this post was great. I don’t know who you are but definitely you’re going to a famous blogger if you aren’t already ;) Cheers!

  37. Nice blog here! Also your web site loads up fast! What web host are you using? Can I get your affiliate link to your host? I wish my web site loaded up as fast as yours lol

  38. Healthy Diet says:

    Wow! Thank you! I permanently wanted to write on my site something like that. Can I include a part of your post to my site?

  39. The ability to work from anywhere with an internet connection provides me with greater flexibility while traveling, whether it be to visit family, travel to watch my favorite sports on TV. I’m looking for this kind of flexibilty.

  40. Merely wanna admit that this is very useful , Thanks for taking your time to write this.

  41. Now i’m encountering a fresh short troubles Once i can’t appear like allowed to sign up for the particular give food to, Now i’m utilizing search engines like google audience.

  42. I genuinely enjoy examining on this internet site , it contains good content . “Violence commands both literature and life, and violence is always crude and distorted.” by Ellen Glasgow.

  43. Car Shopping says:

    I am so happy to read this. This is the type of manual that needs to be given and not the random misinformation that is at the other blogs. Appreciate your sharing this greatest doc.

  44. We research, develop and provide unique repair solutions for your computer problems. We will always diagnose your machine with no strings attached.

  45. linkj says:

    just beneath, are various totally not associated web-sites to ours, having said that, they’re surely really worth going over

  46. Hello.This article was extremely interesting, particularly since I was searching for thoughts on this topic last Sunday.

  47. You can certainly see your skills in the work you write. The arena hopes for even more passionate writers like you who are not afraid to mention how they believe. All the time go after your heart.

  48. Car Audio says:

    Great goods from you, man. I’ve understand your stuff previous to and you are just too magnificent. I really like what you’ve acquired here, really like what you’re stating and the way in which you say it. You make it entertaining and you still take care of to keep it smart. I can not wait to read much more from you. This is really a great web site.

  49. nails design says:

    Hi there, just became alert to your weblog by way of Google, and identified that it truly is truly informative. I’m gonna watch out for brussels. I will be grateful if you continue this in future. A lot of folks will likely be benefited from your writing. Cheers!

  50. great points altogether, you just won a new reader. What could you suggest about your submit that you just made a few days ago? Any sure?

  51. I do trust all of the ideas you’ve introduced in your post. They’re very convincing and can certainly work. Nonetheless, the posts are too short for novices. May you please prolong them a little from next time? Thanks for the post.

  52. Hybrid Car says:

    Excellent read, I just passed this onto a colleague who was doing a little research on that. And he actually bought me lunch since I found it for him smile Therefore let me rephrase that: Thank you for lunch!

  53. NFL says:

    Whats Going down i am new to this, I stumbled upon this I have discovered It absolutely useful and it has helped me out loads. I am hoping to contribute & aid different customers like its aided me. Good job.

  54. Moving says:

    I think this is among the most significant information for me. And i’m glad reading your article. But wanna remark on few general things, The web site style is perfect, the articles is really excellent : D. Good job, cheers

  55. I don’t even know how I ended up here, but I thought this post was good. I don’t know who you are but certainly you’re going to a famous blogger if you aren’t already ;) Cheers!

  56. This is the kinda post I was searching for. Sometimes I can’t find what I’m looking for from Bing but it seems this time it worked for me! Thanks for your help.

  57. It is truly a nice and useful piece of info. I¡¦m happy that you just shared this useful info with us. Please stay us up to date like this. Thank you for sharing.

  58. You can definitely see your expertise in the paintings you write. The world hopes for even more passionate writers like you who aren’t afraid to mention how they believe. At all times go after your heart.

  59. You could certainly see your skills within the paintings you write. The sector hopes for more passionate writers such as you who are not afraid to say how they believe. All the time follow your heart.

  60. I just want to tell you that I am very new to blogging and site-building and absolutely liked you’re web site. Likely I’m going to bookmark your blog . You actually have fantastic articles. Bless you for sharing your website.

  61. Payday Loans says:

    You made some clear points there. I looked on the internet for the issue and found most guys will consent with your blog.

  62. I have read several excellent stuff here. Certainly value bookmarking for revisiting. I wonder how so much effort you place to create the sort of wonderful informative web site.

  63. Nice blog here! Also your website loads up very fast! What host are you using? Can I get your affiliate link to your host? I wish my site loaded up as quickly as yours lol

  64. Home Store says:

    Good blog! I truly love how it is easy on my eyes and the data are well written. I’m wondering how I might be notified when a new post has been made. I’ve subscribed to your RSS feed which must do the trick! Have a great day!

  65. good link says:

    I simply want to tell you that I am new to blogging and site-building and absolutely loved this blog site. Most likely I’m likely to bookmark your blog post . You certainly have perfect well written articles. Thanks a lot for sharing with us your website page.

  66. Apple says:

    Hello there, I found your site by means of Google while searching for a comparable subject, your site got here up, it seems to be great. I’ve bookmarked it in my google bookmarks.

  67. Definitely believe that which you stated. Your favorite reason seemed to be on the net the simplest thing to be aware of. I say to you, I definitely get irked while people think about worries that they just do not know about. You managed to hit the nail upon the top as well as defined out the whole thing without having side effect , people could take a signal. Will probably be back to get more. Thanks

  68. excellent publish, very informative. I ponder why the other experts of this sector don’t notice this. You should proceed your writing. I am sure, you’ve a great readers’ base already!

  69. I just want to mention I am just very new to weblog and honestly loved this web site. Probably I’m planning to bookmark your website . You surely come with perfect well written articles. Thanks a bunch for sharing with us your web page.

  70. I simply want to mention I’m very new to blogging and site-building and absolutely savored this web-site. Most likely I’m going to bookmark your website . You absolutely come with beneficial articles and reviews. Thanks a lot for revealing your blog.

  71. I simply want to tell you that I am all new to blogging and site-building and truly savored you’re website. Probably I’m likely to bookmark your blog . You surely come with great articles and reviews. Bless you for sharing your website page.

  72. I simply needed to thank you very much again. I am not sure what I would have handled in the absence of these ways shared by you on that theme. It seemed to be an absolute intimidating condition in my view, but taking note of the very well-written approach you managed that forced me to leap with delight. I’m just grateful for your support and even believe you recognize what a great job you happen to be doing instructing many others by way of your web page. I know that you have never encountered all of us.

  73. Hi my family member! I wish to say that this post is amazing, nice written and come with approximately all important infos. I¡¦d like to peer extra posts like this .

  74. I don’t even know how I ended up here, but I thought this post was good. I don’t know who you are but certainly you are going to a famous blogger if you aren’t already ;) Cheers!

  75. I’ve been surfing online more than 3 hours today, yet I never found any interesting article like yours. It’s pretty worth enough for me. Personally, if all website owners and bloggers made good content as you did, the internet will be much more useful than ever before.

  76. Earl Hindman says:

    You can definitely see your skills within the work you write. The arena hopes for even more passionate writers such as you who are not afraid to mention how they believe. At all times follow your heart.

  77. School says:

    Hey There. I found your blog using msn. This is a very well written article. I’ll make sure to bookmark it and return to read more of your useful info. Thanks for the post. I will certainly return.

  78. Super-Duper blog! I am loving it!! Will be back later to read some more. I am taking your feeds also

  79. I do consider all of the concepts you have introduced for your post. They’re very convincing and can definitely work. Still, the posts are very brief for starters. Could you please extend them a little from next time? Thanks for the post.

  80. Keep working ,terrific job!

  81. check post says:

    I just want to say I am just beginner to blogging and definitely liked your web page. Probably I’m going to bookmark your website . You amazingly come with superb articles. Cheers for revealing your website.

  82. Wow, wonderful blog layout! How lengthy have you been running a blog for? you made running a blog glance easy. The whole glance of your site is excellent, let alone the content material!

  83. I needed to create you a little note in order to say thanks a lot over again relating to the breathtaking solutions you have featured on this site. This has been quite strangely open-handed with people like you to give without restraint what many people could possibly have made available for an e-book to help with making some cash on their own, specifically since you could possibly have done it if you ever decided. Those concepts in addition served as the great way to fully grasp that many people have the same fervor like my very own to see a lot more pertaining to this problem. I believe there are some more enjoyable times ahead for those who view your site.

  84. I do consider all the concepts you’ve introduced on your post. They are very convincing and will definitely work. Still, the posts are too brief for novices. May just you please extend them a little from subsequent time? Thanks for the post.

  85. I savour, result in I found just what I was looking for.
    You’ve ended my 4 day long hunt! God Bless you man. Have a nice day.
    Bye

  86. Technology says:

    My brother recommended I might like this website. He was entirely right. This post actually made my day. You can not imagine just how much time I had spent for this info! Thanks!

  87. Hi there, I discovered your web site by means of Google even as searching for a related matter, your site came up, it appears to be like good. I have bookmarked it in my google bookmarks.

  88. I just want to tell you that I am just newbie to blogs and seriously savored your blog. Most likely I’m likely to bookmark your blog post . You actually have incredible posts. Thanks a lot for sharing your webpage.

  89. Hi there to all, the contents present at this site are in fact awesome for people knowledge, well, keep up the
    nice work fellows.

  90. I just want to say I’m beginner to blogs and truly enjoyed your web blog. Very likely I’m likely to bookmark your blog . You actually come with remarkable articles and reviews. Thank you for revealing your blog.

  91. browse post says:

    I just want to tell you that I am very new to weblog and definitely enjoyed your web site. Very likely I’m want to bookmark your blog . You certainly have remarkable stories. Bless you for sharing your website.

  92. whoah this blog is magnificent i love reading your posts. Keep up the good work! You understand, a lot of people are looking around for this info, you could help them greatly.

  93. Good write-up, I¡¦m regular visitor of one¡¦s web site, maintain up the nice operate, and It’s going to be a regular visitor for a lengthy time.

  94. I truly appreciate this post. I¡¦ve been looking everywhere for this! Thank goodness I found it on Bing. You’ve made my day! Thanks again

  95. Wow, wonderful weblog format! How lengthy have you been running a blog for?
    you make blogging glance easy. The entire look of your site is magnificent, as well as the content!

  96. You made some clear points there. I did a search on the subject and found most persons will go along with with your blog.

  97. Sports Cars says:

    I simply wanted to write down a remark in order to express gratitude to you for some of the nice facts you are placing at this website. My extensive internet investigation has now been compensated with sensible content to talk about with my contacts. I would declare that we visitors actually are very endowed to live in a fabulous site with very many lovely professionals with very helpful ideas. I feel very privileged to have used your entire web site and look forward to really more brilliant moments reading here. Thanks again for everything.

  98. Seo Tools says:

    You can definitely see your skills in the paintings you write. The arena hopes for more passionate writers like you who aren’t afraid to mention how they believe. All the time follow your heart.

  99. I’m still learning from you, as I’m trying to reach my goals. I definitely enjoy reading all that is posted on your website.Keep the posts coming. I loved it!

  100. great page says:

    I just want to say I am just new to blogs and honestly loved your web-site. Most likely I’m going to bookmark your blog post . You definitely have perfect articles and reviews. Appreciate it for sharing your website.

  101. You really make it seem really easy together with your presentation but I to find this topic to be actually something that I feel I would by no means understand. It kind of feels too complex and extremely wide for me. I am taking a look forward in your subsequent put up, I will attempt to get the grasp of it!

  102. I just want to say I am beginner to weblog and seriously savored you’re blog site. Probably I’m likely to bookmark your blog . You amazingly come with tremendous well written articles. With thanks for revealing your blog site.

  103. good post says:

    I simply want to tell you that I am all new to blogging and definitely liked you’re web page. Probably I’m want to bookmark your blog post . You absolutely have really good articles and reviews. Thanks a bunch for sharing with us your website page.

  104. browse page says:

    I just want to tell you that I’m new to blogs and seriously enjoyed you’re web-site. Almost certainly I’m going to bookmark your website . You definitely come with excellent posts. Appreciate it for sharing with us your web site.

  105. Yes! Finally someone writes about payday.

  106. I simply want to tell you that I am all new to blogs and definitely loved this web-site. Likely I’m planning to bookmark your blog . You actually come with amazing posts. Kudos for revealing your blog.

  107. check link says:

    I simply want to tell you that I am new to blogging and seriously savored your web site. Most likely I’m likely to bookmark your blog post . You amazingly come with incredible articles and reviews. Cheers for revealing your web-site.

  108. good content says:

    I just want to tell you that I’m all new to blogging and absolutely loved your web site. Most likely I’m going to bookmark your blog . You certainly have remarkable stories. Thanks a lot for sharing with us your website page.

  109. go to page says:

    I simply want to tell you that I’m newbie to blogging and definitely loved this web page. Probably I’m likely to bookmark your blog post . You surely come with impressive articles and reviews. Thanks a lot for sharing your web page.

  110. seks izle says:

    785308 848775Thank her so much! This line is move before dovetail crazy, altarpiece rather act like habitual the economizing – what entrepreneur groovy night until deal with starting a trade. 846643

  111. I simply want to mention I’m beginner to blogging and seriously enjoyed you’re blog site. Very likely I’m going to bookmark your site . You absolutely come with perfect posts. Bless you for sharing your website.

  112. website here says:

    I simply want to tell you that I am beginner to weblog and really savored you’re website. Likely I’m likely to bookmark your blog post . You certainly have really good posts. Bless you for revealing your blog site.

  113. I just want to mention I am just very new to blogging and site-building and honestly savored your web page. Very likely I’m planning to bookmark your blog post . You surely have beneficial well written articles. With thanks for revealing your blog site.

  114. Hello! I just wanted to ask if you ever have any issues with hackers?
    My last blog (wordpress) was hacked and I ended up
    losing many months of hard work due to no backup.
    Do you have any solutions to stop hackers?

  115. Appreciate the recommendation. Let me try it out.