SuratMu
Jun 14, 2016
Memastikan Status Tanah Adat dan Hutan Adat di Tanah Batak
Jun 22, 2016

Menolak Keikutsertaan Freeport dan Mandiri Dalam Art Jog 2016

Massa aksi sedang berorasi di titik 0 KM Yogyakarta. Foto: Lingkar Studi Sosialis

Massa aksi sedang berorasi di titik 0 KM Yogyakarta. Foto: Lingkar Studi Sosialis

Massa aksi sedang berorasi di titik 0 KM Yogyakarta. Foto: Lingkar Studi Sosialis

Beberapa mahasiswa dan pegiat seni yang tergabung dalam Aliansi Boikot Art Jog melakukan aksi damai atas penyelenggaraan Art Jog tahun 2016. Aksi ini sebagai bentuk protes atas keikutsertaan PT. Freeport sebagai sponsor resmi Art Jog. Karena selama ini Freeport telah melakukan eksploitasi alam di Papua. Juga Bank Mandiri yang sebelumnya mengucurkan kredit bagi pendirian PT. Semen Indonesia di Rembang.

Dalam rilisnya, Aliansi Boikot Art Jog menyerukan seni seharusnya menjadi penyemai perlawanan dan wahana yang bisa menguatkan solidaritas berbagai kalangan masyarakat. Mereka menuntut agar kontrak karya PT. Freeport diputus, menolak kontrak PT. Freeport pada aktivitas kesenian di berbagai wilayah Indonesia, menuntut Heri Pemad sebagai Direktur Artistik Art Jog 2016 mengembalikan uang yang berasal dari PT. Freeport, dan menghimbau para penyelenggara kegiatan seni dan seniman untuk tidak berkerja sama dengan PT. Freeport dan perusahaan hitam lainnya.

Muhammad Nasihuddin sebagai Koordinator Umum Aksi aliansi kedepan akan memantau terus kegiatan-kegiatan kesenian karena di dalam aliansi banyak sekali tergabung kawan-kawan seni. “Berbagai macam akan kita lakukan. Mulai dari panggung kebudayaan dan lain sebagainya. Tapi untuk kali ini memang melakukan aksi. Karena berbarengan juga dengan aliansi Papua. Yang tadi pagi, di asrama dan balik lagi ke sini, ” tutur pria yang biasa dipanggil Naseh ini.

Naseh juga menyerukan kepada warga Indonesia agar bersolidaritas kepada kawan-kawan Papua. Minimal dengan cara berdoa. Selanjutnya untuk warga baik dari luar atau sekitar Jogjakarta agar jangan datang ke Art Jog tahun ini karena mereka mengikat kontrak dengan PT. Freeport dan Bank Mandiri.

Di sisi lain, Roy, mahasiswa berasal dari Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menyayangkan Art Jog yang disponsori oleh Freeport. Menurutnya ini merupakan kritik terhadap kawan-kawan seniman. “Adanya keterlibatan Freeport dalam kegiatan ini tentu menyakiti hati rakyat Papua, apalagi mereka seniman. Inikan memberikan nuansa kreasi seni yang bisa dinikmati banyak kalangan. Tentu dalam keterlibatan ini kami bagian dari masyarakat yang tertindas merasa dikhianatilah dalam kegiatan seperti ini,” tukas Roy.

AMP sendiri dari awal ikut mendukung penyelenggaraan aksi kali ini. Karena sebelumnya AMP juga menyuarakan isu yang serupa. “Sehingga kami menyatakan sikap mendukung itu kerena itu bagian dari persoalan yang harus di bicarakan tidak hanya kami rakyat papua tetapi bagi seluruh kalangan masyarakat, bahwa Freeport bukannya hanya keberadaannya di Papua tapi ini bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

Ahmad yang juga salah satu peserta aksi mengaku mereka sebenarnya tidak alergi terhadap Art Jog. “Beberapa kawan kami sering datang di Art Jog ini. Dan ini yang ke 9. Dan ke 8 tahun dan banyak teman-teman kami yang datang tapi di hari-hari awal ada keterlibatan PT. Freeport yang menjadi sponsor dari kegiatan Art Jog ini, ini yang kita pertanyakan,” Ucap Ahmad.

Dilansir dari tempo.co, Direktur Artistik Art Jog, Heri Pemad, mengatakan mengapa Freeport dilibatkan sebagai sponsor karena pemerintah tidak mendukung acara itu. Menurutnya Art Jog tidak menghasilkan untung. Panitia pun bangkrut karena tidak ada karya yang terjual. Ia pun aslinya sadar melibatkan Freeport sebagai sponsor akan mendapatkan kritik dari sejumlah masyarakat, salah satunya seniman. “Saya tempuh jalan terakhir dengan gebrakan menggandeng Freeport untuk mencuri perhatian publik. Sulit sekali mencari sponsor,” ucap Pemad dalam tempo.co. 

Akan tetapi di kesempatan lain dalam rilis resmi Art Jog 2016, panitia penyelenggara mengaku penyelenggaan Art Jog tidak terlepas dari dukungan dana yang didapat baik dari pemerintah, pihak swasta maupun donasi pribadi. Dalam rilis itu, mereka mengatakan keputusan panitia meminta dukungan dana kepada seluruh korporasi yang namanya tercantum di dalam media publikasi dilakukan atas kesadaran penuh dan mengikuti kaidah kerjasama yang dilakukan secara resmi dan profesional antar lembaga swasta. Nantinya pihak pemberi dana tidak diperkenankan untuk mengintervensi proses kreatif serta karya-karya yang ditampilkan oleh seniman.

Aliansi Boikor Art Jog sendiri merupakan gabungan dari beberapa elemen seperti dari Anti Tank, AMP, Gerakan Rakyat Papua bersatu, mahasiswa, seniman, sastrawan, kelompok diskusi, dan  lain sebagainya.[]

Moch. Ari Nasichudin
Moch. Ari Nasichudin
Web engineer salah satu start-up teknologi informasi di Yogyakarta. Suka membaca, mengobrol, dan mengisi blog. Sebelumnya berwacana dan berkarya di persma.

Comments are closed.