Menghayati “Sambal Keluarga” sebagai Komitmen Puthut EA dalam Eksklusivitas Kelompok
Aug 25, 2014
Air Mengalir Sampai Jauh
Aug 25, 2014

Karena Air Adalah Hak

Pengantar Editorial oleh: Prima S. W.

 

Di Karangwuni, dukuh yang dibelah Jalan Kaliurang, perlawanan sedang berlangsung. Yang melawan adalah warga RT 01 Karangwuni, berhadapan dengan PT Bukit Alam Permata, pengembang dari Jakarta yang hendak membangun apartemen dan kondotel Uttara The Icon di sekitar rumah mereka. Letaknya persis di pinggir Jalan Kaliurang, Sleman, sedikit ke utara dari sekolah pascasarjana UGM.

Restu sudah digulirkan dari bupati hingga pemerintah desa. Namun, di tingkat RT, penolakan paling keras justru terjadi. Salah satu kekhawatiran warga, Uttara akan mengambil air dari tanah setempat dan membuat sumur-sumur dangkal milik warga kering.

Kekhawatiran ini beralasan. Agustus ini, di Miliran Kota Yogya, sekira 10 km dari Karangwuni, warga melakukan aksi protes terhadap Fave Hotel karena sumurnya kering. Dodok Putra Bangsa, warga RT 13 Miliran yang melakukan aksi tersebut, sumur warga di RT-nya surut atau kering hanya berselang dua tahun dari berdirinya Fave Hotel di sekitar kediaman mereka. Pengakuan Dodok, puluhan tahun ia tinggal di Miliran, baru sekali ini sumurnya kering. Ia yakin, ini akibat sumur Fave Hotel merebut air tanah sehingga sumur-sumur warga tidak kebagian.

Semua orang yang tinggal di Sleman dan Kota Yogya pasti sadar, pembangunan bangunan gedung semakin hari semakin menggila—terutama hotel. Pemerintah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta kelihatan sekali abai terhadap soal ketersediaan air. Peraturan tentang ruang terbuka hijau dan daerah serapan air tidak bergigi.

Dalam tiga tahun, 2010-2013, 48 hotel baru berdiri di Yogya. Belum lagi dengan yang akan berdiri. Dari Januari-Mei 2014, Pemkot Kota Yogya sudah mengeluarkan 53 izin membangun bangunan (IMB) (Kompas, 23 Juli 2014). Sebaliknya, ruang terbuka berupa tanah lapang tempat air diserap tanah juga semakin jarang. Jika ada pun, justru ditutupi konblok atau aspal.

Juli lalu, Lembaga Ombudsman Swasta DIY yang menerima aduan masyarakat atas pembangunan hotel yang tak terkendali, melakukan survei acak ke 23 hotel di Kota Yogyakarta. Hasilnya, 10 hotel, atau 43,4% dari keseluruhan, melanggar peraturan daerah karena tidak menyediakan ruang terbuka hijau dan daerah resapan air (Kompas, 23 Juli 2014). Dampak kekurangan air sudah terasa saat ini. Di musim kering, sumur di daerah padat penduduk surut bahkan kering.

Jika sumur sudah tidak bisa diandalkan, PDAM lebih lagi. Perusahaan negara yang diserahi mandat untuk mengelola hajat hidup orang banyak ini tidak bisa diandalkan. Di Laporan Utama 2 edisi ini, Anda bisa lihat daftar kasus korupsi yang mendera PDAM di berbagai daerah di Indonesia. Warga pengguna sumur yang kami temui, semuanya menolak pilihan beralih ke PDAM. Kata mereka, alirannya tidak lancar, airnya berbau, dan harus membayar. Yang disebut terakhir adalah keberatan utama.

Penolakan warga terhadap pembangunan yang arogan harus didukung. Imam Nugroho, ketua RT 01 Karangwuni, mengatakan, ia menolak Uttara salah satunya karena tidak mau diserapahi anak-cucunya kelak karena mendiamkan perusakan lingkungan yang terjadi di depan mata.

Bahaya krisis air belum menjadi ketakutan karena sumber air masih dekat. Bahwa kita harus minum air kemasan, sebenarnya sudah bahaya awal. Bukan tak mungkin, satu generasi lagi, di wilayah yang kaya air ini menjelma serupa Gunungkidul: untuk mandi, kita harus menunggu truk tangki datang mengalirkan air. Plus harus membayar. Kalau tak punya uang, tak bisa mengakses air. Padahal, sejak 2010, PBB menetapkan air sebagai bagian dari hak asasi manusia (HAM). Konon, manusia bisa bertahan hidup tanpa makan (tapi tetap minum) hingga dua minggu, tetapi hanya bisa bertahan 3-5 hari tanpa air. Itu yang untuk konsumsi. Belum lagi air untuk mandi atau mencuci, kegiatan yang kelihatannya remeh tapi nyatanya penting.

Kami mendukung warga yang ingin tetap mandiri mendapatkan suplai air. Air yang dijual membuat hidup semakin sulit dan terbukti, perusahaan air kemasan turut menyumbang konflik air di wilayah-wilayah kaya air, seperti Klaten. Dalam hal buruknya pelayanan PDAM karena korupsi, kami mendorong publik untuk ikut mengawasi PDAM. Jika tidak kunjung membaik, lebih baik PDAM menjadi kooperasi yang dikelola masyarakat, seperti yang dicontohkan oleh SAGUAPAC di Bolivia.

Sebelum ditutup, kami hendak membagi kabar ganjil: bulan ini, Wali Kota Yogya Haryadi Suyuti mendapat penghargaan dari organisasi EAROPH. Ia dianggap sebagai pemimpin yang berhasil membuat Yogya sebagai Liveable City atau Kota Layak Huni. Sebagai perbandingan, akhir 2013 lalu atau dua tahun setelah Haryadi menjadi wali kota, sebuah pameran foto jurnalistik digelar di Kota Yogya. Tajuknya: Yogya Berhenti Nyaman. Tidakkah itu pula yang Anda rasakan? [ ]

 

23 Agustus 2014

 

[boxed_content radius=’radius-1px’ shadow=’2′ shadow_direction=’-1′ opacity=’1′ border_color=’464646′ border_style=’solid’ border_width=’5′]

[/boxed_content]

 

 

7 Comments

  1. sekiz izle says:

    20563 762261Wonderful post, I conceive internet site owners really should learn a good deal from this internet weblog its rattling user genial . 799413

  2. 265435 448092I want to start a blog but would like to own the domain. Any suggestions how to go about this?. 713637

  3. visit says:

    I simply want to mention I’m new to blogs and actually enjoyed your blog. Most likely I’m want to bookmark your website . You definitely have incredible writings. Appreciate it for revealing your website.

  4. Wow that was unusual. I just wrote an very long comment but after I clicked submit my comment didn’t show up.
    Grrrr… well I’m not writing all that over again. Anyhow,
    just wanted to say wonderful blog!

  5. What’s up, everything is going sound here and ofcourse every one is
    sharing information, that’s genuinely fine, keep up writing.

  6. When I originally commented I seem to have clicked the -Notify me when new comments
    are added- checkbox and now whenever a comment is added I receive 4 emails
    with the same comment. Is there a way you can remove me from that service?
    Kudos!

  7. In fact when someone doesn’t understand then its up to other viewers that they will help, so here it takes place.