Agama dan Seni Perlawanan Rakyat Urutsewu
Apr 17, 2016
Marxisme: Pertanyaan untuk Islam
May 17, 2016

Kado “AMPERA” untuk Ganjar Pranowo

Mahasiswa memblokade jalan di depan Gedung Kahar Muzakir UII. Foto: Angga Palsewa

Mahasiswa memblokade jalan di depan Gedung Kahar Muzakir UII. Foto: Angga Palsewa

Mahasiswa memblokade jalan di depan Gedung Kahar Muzakir UII. Foto: Angga Palsewa

Yogyakarta, 2 Mei 2016. Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria (AMPERA) memblokade jalan masuk ke kampus Universitas Islam Indonesia (UII). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka menolak kedatangan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, yang akan hadir dalam acara bertajuk “Suara Rakyat” TV One di gedung Kahar Muzakir UII.

Massa aksi membentuk lingkaran di depan gedung Kahar Muzakir UII sambil berorasi mengecam ketidakberpihakan Ganjar Pranowo kepada rakyat terkait konflik-konflik agraria yang terjadi di Jawa Tengah. Mereka menilai tidak ada upaya yang sungguh-sungguh dari Gubernur Jawa Tengah untuk membela rakyat yang dipimpinnya dalam konflik-konflik agraria yang terjadi di Jawa Tengah. Antara lain pemagaran tanah warga oleh TNI AD yang terjadi di Urutsewu Kebumen dan pembangunan pabrik Semen di Rembang yang mengancam sumber mata air.

Beberapa tuntutan massa aksi AMPERA antara lain: 1) Menolak kedatangan Ganjar Pranowo ke UII, 2) Menolak intervensi Politik Praktis ke dalam kampus, 3) Selesaikan konflik-konflik agraria yang ada di Jawa Tengah, 4) Pemerintah harus bersikap membela rakyat dan berhenti melakukan tindakan represif kepada rakyat dengan militernya dalam menangani kasus-kasus agraria, 5)Tegakkan undang-undang pokok agrarian tahun 1960 dengan sebenar-benarnya, serta tegas memasukkannya dalam politik Negara.

Setelah melaksanakan sholat Maghrib berjamaah di Jalan, massa aksi bergerak menuju pintu belakang gedung Kahar Muzakir karena mengetahui Ganjar Pranowo memasuki gedung melalui pintu belakang.

Tepat berada di depan pintu belakang gedung Kahar Muzakir, massa aksi berorasi menuntut Ganjar Pranowo menemui massa aksi. Di antara riuh tepuk tangan penonton acara yang terdengar dari dalam gedung, kelompok Teater Selaras UII mempersembahkan sebuah pertunjukan teaterikal yang menggambarkan kesengsaraan petani karena lahan pertaniannya rusak akibat aktivitas pertambangan semen.

Setelah sempat terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dan petugas keamaanan kampus yang dibantu polisi, akhirnya Ganjar Pranowo keluar dan menemui massa aksi. Di samping Gubernur Jawa Tengah itu, Nur Cholis selaku koordinator umum AMPERA membacakan daftar tuntutan. Nur Cholis kemudian menyerahkan kado kenang-kenangan berupa lukisan kepada Ganjar Pranowo.

Lukisan yang dihadiahkan kepada Ganjar Pranowo. Foto: AMPERA

Lukisan yang dihadiahkan kepada Ganjar Pranowo. Foto: AMPERA

Menanggapi pernyataan mahasiswa yang menilai Ganjar Pranowo lebih percaya kepada pakar yang dibayar oleh PT. Semen Indonesia dan mengabaikan pendapat para pakar yang mengatakan bahwa eksploitasi pegunungan mengancam sumber mata air, Gubernur Jawa Tengah itu mempersilahkan agar pakar yang pro dan kontra itu untuk duduk satu meja dan memperdebatkan pendapatnya masing-masing.

“Saya percaya kepada ahli yang mempunyai keahlian yang bisa dipertanggungjawabkan dengan akal. Kita dudukkan satu meja ahli-ahli yang pro dan kontra itu. Silahkan ahli-ahli berdebat di sana”

Ditemui setelah aksi berakhir, Nur Cholis menyampaikan kepada literasi.co bahwa aksi ini adalah peringatan kepada Ganjar Pranowo. Mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat kesewang-wenangan pemerintah dan korporasi yang menindas rakyat.

“latar belakang aksi ini adalah berlarut-larutnya penyelesaian konflik agraria yang ada di Jawa Tengah. Kami mengikuti perkembangan yang terjadi dan kami tidak melihat komitmen Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah untuk membela rakyat yang dipimpinnya. Justru cenderung pro kepada korporasi yang menindas rakyat,” kata Nur Cholis yang juga merupakan aktivis lembaga pers mahasiswa di UII ini.

Nur Cholis menyerukan kepada seluruh mahasiswa Yogyakarta dan Jawa Tengah agar ikut menyuarakan perjuangan petani-petani yang sedang mengalami konflik agraria.

“aksi ini juga menyerukan kepada seluruh mahasiswa khususnya mahasiswa Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk turut memperjuangkan aspirasi petani-petani yang mengalami konflik agrarian,” tutup Nur Cholis.

Sebelum Ganjar Pranowo memasuki mobil, seorang mahasiswa menyerahkan segenggam batang padi yang dipenuhi bubuk semen.

“Jawa Tengah adalah lumbung pangan, pak Gubernur, bukan lumbung semen,” ucap mahasiswa tersebut kepada Ganjar Pranowo.[]

Angga Palsewa Putra
Angga Palsewa Putra
Aktif di Gerakan Literasi Indonesia.

Comments are closed.