Penggusuran, Budaya, dan Keterasingan Kita
Aug 31, 2017
Saya Hanya Ingin Berbagi Penderitaan
Sep 21, 2017

Gerakan Itu Pasti!

Ilustrasi oleh: Anam

Jika kalian bersenjata peluru baja

Maka kami berperisai pengeras suara

Senjata kami kata-kata;

Kesaksian pada kebenaran

 

Hanya kata-kata

Yang tak seujung lidah pun kalian miliki

 

Hamba-hamba ketakutan

Menjadi hantu-hantu kebodohan

Penyebar baksil di medan perlawanan

Budak-budak nafsu angkara

Menjadi Fir’aun kesekian

Berselimut di ranjang empuk kekuasaan

Ayo bung! Jungkir-balikkan mereka!

“Ukhruj! Ukhruju ya syaiton!”

 

Tanah-tanah kami direnggut paksa:

Di Bumiaji, Selok Awar-Awar, Rembang, Surokonto

Dan berapa hektar lagi yang harus kalian telan

Jadi pemuas birahi kerakusan?

 

“Ukhruj! Ukhruju ya syaiton!”

 

Kemerdekaan bagi kalian

Hanyalah kemegahan hotel-hotel berbintang,

Hanyalah dahaga pipa-pipa raksasa,

Keganasan pabrik-pabrik pecundang,

Pembakaran rimba raya,

Pengerukan tambang-tambang

Dan perusakan lingkungan lainnya

 

“Ukhruj! Ukhruju ya syaiton!”

Wahai setan-setan!

Musnahlah kalian dari derita tanah ini!

 

Biar udara padat berita sang korporat

Biar langit penuh bendera partai-partai birokrat

Di tanah ini, kami tetap tegak berdiri

Tak balik mundur!

 

Dalam siasat aliansi dan serikat

Kami himpun jiwa-jiwa;

Fajar merah keberanian

Kesadaran massa, kesadaran ummat!

 

Gerakan adalah kerinduan bersama

Seperti rindunya para “Mujahid”

Akan runtuhnya berhalais;

Pemuja menara-menara kapitalis!

 

Idea-idea “Sama rata sama rasa”

Fitrah naluriah manusia

Ia akan terus hidup, bermetamorfosa

Keberadaannya merumput di mana-mana

Tak bisa begitu saja kalian pangkas!

Tak bisa kalian basmi dan elakkan!

 

Gerakan massa ialah narasi keniscayaan

Seperti jalannya percikan api

Menuju ledakan bom waktu

 

Malang-Jogja, 2016

A. Musawir
A. Musawir

Lahir di Madura, 07 Mei 1989. Merantau ke Malang dan menjalani hidupnya sebagai penjual Molen Mini. Pernah merantau ke Jogjakarta, menjadi penjual Es Tebu. Penulis meminati pelajaran sastra, khususnya puisi dan karya fiksi. Ia pernah terlibat dalam beberapa aksi gabungan, di antaranya gerakan bersama mahasiswa Papua di Jogjakarta: “Aliansi Boikot Art Jog” dalam pagelaran kesenian “Art Jog 2016” yang disponsori Freeport, Bank Mandiri dan perusahaan-perusahaan perusak lingkungan lainnya, Jogja National Meseum, 2016. Aksi “Solidaritas Jogja untuk Rembang”, dalam rangka menolak kedatangan Ganjar Pranowo pada Acara Temu Mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Jogjakarta, 2016. Puisi-puisinya beberapakali dibacakan di halaman Kejaksaan Negeri Kota Malang pada aksi penuntasan kasus korupsi pembebasan lahan kampus 2 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, aksi penuntasan kasus korupsi Jembatan Kedungkandang Kota Malang, aksi pembelaan atas 77 buruh PT. Indonesian Tobacco Malang, aksi menolak pendirian hotel The Rayja di atas sumber mata air Umbul Gemulo, Bumiaji-Kota Batu, dan beberapa aksi lainnya.

Comments are closed.