Cinta Itu Senjata
Oct 10, 2016
Romantika Hujan
Nov 19, 2016

Birokrat UMSU Drop Out 21 Mahasiswa karena Aksi Protes

Demo Umsu

Demo Umsu

Demo Umsu

Bentrok antara mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dengan pihak kampus berujung dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK)Drop Out (DO)oleh Rektor UMSUterhadap 21 mahasiswa.

Peristiwa bentrok dipicu karena pihak kampus membongkar pondok diskusi milik BEM Fisipdan BEM Ekonomi, Sabtulalu (8/10). Sehingga mahasiswa yang merasa dirugikan melakukan aksi protes tiga hari berturut-turut.

Puncak aksi protes tersebut memanas pada hari ketiga, Jum’at (14/10), saat mahasiswa UMSU terlibat aksi dorong dengan pihak keamanan kampus. Beberapa mahasiswa dan pihak keamanan kampus sendiri mengalami luka-luka. “Ada sekitar empat mahasiswa yang menjadi korban,” ungkap Muhammad Ashari, mahasiswa Fakultas Ekonomi yang terkena DO.

Dikutip dari republika.co.id, Kepala Humas UMS, Ribut Priadi mengatakan mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi memaksa masuk ke gedung rektorat. Dengan alasan keamanan, satpam pun mencoba menghalau kelompok mahasiswa tersebut.

Ashari, yang biasa disapa Ari, mengungkapkan bahwa aksi protes tersebut dilakukan untuk meminta kejelasan pihak kampus atas pembongkaran pondok diskusi.“Di hari pertama, aksi kami tidak mendapatkan tanggapan, justru kami mendapatkan tindakan kekerasan dari pihak keamanan kampus,” jelasnya. Ari  juga menambahkan, pada hari ketiga, Rudianto selaku Wakil Rektor (WR) III, mengancam mengeluarkan mahasiswa yang terlibat aksi.

Hingga tulisan ini diangkat, Ari membeberkan terdapat 21 mahasiswa telah diberhentikan secara tidak hormat oleh pihak kampus. Sebanyak 13 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi atas nama Said Amri, Ryan DwiErza, M. Iqbal, M. Fathi Alfansyah, Sodiq Iskandar, Firman Syahputra, Abdullah Naufal, Andi Putra, M. Asshaari, Alrian Al Azizi, M. RizkyPratama, dan Ferry Batubara. Sedangkan Fisip terdapat 6 mahasiswa, yakni Moldhy Epriandy, Arshal Nasution, Feby Harun, Fauzan Muiz, Ilham Fadhila, dan Tito Wibowo. Sedangkan tiga mahasiswa lain belum diketahui identitasnya.

Muslim Silaen,selaku koordinator Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), elemen yang terlibat komite aksi bersama, mengungkapkan bahwaaksimahasiswa UMSU juga menuntut beberapa kebijakan kampus terkait uang denda telat kuliah, fasilitas, kebebasan berorganisasi, transparansi uang kuliah, dan kenaikan uang kuliah. “Yang kita sayangkan, setiap kebijakan kampus tidak pernah meminta tanggapan mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika,” ungkapnya.

 

M.S. Fitriansyah

Comments are closed.