Nov 1, 2017

Suluk Kebudayaan

Laku Ilmu dengan begitu adalah menggosok cermin hati kita, membersihkan keinginan dorongan nafsu egotism diri kecil kita, serta menajamkan akal agar kita mengenali haq-batil, juga memperindah “rasa” estetik-moral yang akan menjadi bekal manusia sebagai “wakil tuhan” menyebarkan rahmat bagi semsesta atau memperindah alam semesta (Memayu Ayuning Bawana).
Jun 1, 2017

“Dadi Wong Wadon”: Mengurai Jebakan Paska-Kolonial

Di tahun 2013 saya berkawan akrab dengan salah seorang aktivis perempuan petinggi LSM Perempuan di Jakarta, yakni saat kami bersama-sama sedang mengikuti program dua tahun English Extension Course di Universitas Sanatha Darma, Yogyakarta. Perkawanan tersebut memberi bekas dan impresi tertentu tentang citra gerakan feminisme secara khusus.
Dec 22, 2016

Syahadat Bumi (Ibu Bumi Dilarani)

Doa yang dilantunkan Gunretno dan Sukinah–para petani Kendeng–di acara Mata Najwa kemarin malam sepertinya sedang manampar persaksian tauhid kita bersama. Lihat bait-bait doanya: “Ibu bumi wis […]
May 17, 2016

Marxisme: Pertanyaan untuk Islam

Islam dan Marxisme bertemu pada aras “pembelaan atas masyarakat lemah atau kaum yang dilemahkan”. Problemnya kenapa, minimal menurut telusuran pustaka saya, para pendiri republik ini gagal […]
Apr 7, 2016

“Islam Jawa” dan Perlawanan Petani

  DALAM konteks penjajahan ekonomi sumber daya alam, kita bisa belajar dan menengok ulang bagaimana para aktor sosial maupun kelas sosial “berelasi dengan kekuasaan” di zaman “Cultuurstelsel” […]