Membaca “Darah Muda”
Jan 4, 2018
Pelajaran Menanam
Jan 12, 2018

Aparat Kepolisian Pukul Warga Penolak Bandara

Hari Senin (9/01/2018) PT Angkasa Pura 1 beraktivitas kembali untuk pengosongan lahan di Kulon Progo demi mempercepat pembangunan Bandara NYIA (New Yogyakarta International Airport) yang ditargetkan akan beroprasi pada tahun 2019.

Terjadi kericuhan antara aparat dan warga sekitaran pukul 14:00. Bekchoe memulai aksinya merobohkan pohon di lahan warga yang merasa tidak pernah menjual tanahnya atau menerima konsinyasi.

Memang, sebelumnya sempat ada mediasi antara pemilik lahan dan warga yang diwakili Istri Mbah Parjiman, sebagai pemilik lahan-sekitar pukul 11.00 wib. Pihak Angkasa Pura mengklaim bahwa lahan itu sudah dikonsinyasi di pengadilan. Tapi Istri Mbah Parjiman mengaku tidak pernah jual lahannya. Karena itulah kemudian Angkasa Pura tetap merobohkan pohon-pohon di lahan tersebut.

Kemudian proses pengosongan lahan milik warga yang lain mulai menuai kericuhan, karena warga dibantu relawan akan menghadang Beckhoe yang mulai merobohkan pohon-pohon yang ada di lahan warga serta menyerobot tanaman-tanaman yang lain. Seorang relawan bernama Arci bahkan mengalami perlakuan kerarasan fisik. “pukul pipi kanan, dahi kiri, belakang kepala, dijambak, kaki luka diinjak” tuturnya.

Dari kericuhan itu relawan dipukuli (dikeroyok) karena ingin menembus blockde polisi yang menjaga beckhoe untuk mendapingi warga yang bersikeras ingin menjaga lahannya.

Tidak hanya relawan, warga pun yang ingin mengalangi beckhoe yang akan mengosongkan lahannya juga tidak terhindar dari represif aparat sehingga terjadi satu korban yang terluka, yaitu Pak Yadi. Pak Yadi dipukuli muka hingga berdarah dan Kemudian ia dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diobati.

Berbagai tindakan kekerasan fisik yang dilakukan aparat kepolisian kepada warga ini juga menimbulkan kerugian material berupa tanaman milik warga.

Lahan-lahan yang digusur itu ada tanaman warga, seperti cabai yang tidak menunggu lama lagi akan segera panen. Untuk pohon yang dirobohkan yaitu pohon kelapa dan pohon buah mindi.

Comments are closed.