Peringatan Lima Tahun Tragedi Setrojenar dan Orasi Politik Inayah Wahid
Apr 17, 2016
Kado “AMPERA” untuk Ganjar Pranowo
May 3, 2016

Agama dan Seni Perlawanan Rakyat Urutsewu

Foto 2: "Warga Urutsewu Rindu kedamaian. Mereka meridukan TNI yang melindungi, menghargai, dan menghormati hak-hak rakyat serta TNI yang menjaga keutuhan dan persatuan rakyat Indonesia. (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 1: Proses pengusungan gunungan berupa hasil bumi rakyat Urutsewu yang akan dibawa ke lokasi acara di lapangan Setrojenar. Bendera merah putih berkibar mengiringi pengusungan hasil bumi dari lahan konflik antara TNI AD (Kodam IV Diponegoro dan rakyat Urutsewu. (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 1: Proses pengusungan gunungan berupa hasil bumi rakyat Urutsewu yang akan dibawa ke lokasi acara di lapangan Setrojenar. Bendera merah putih berkibar mengiringi pengusungan hasil bumi dari lahan konflik antara TNI AD (Kodam IV Diponegoro dan rakyat Urutsewu. (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 5: Romo Kiai Imam Zuhdi setelah menerima wayang Semar dari Camat Bulus Pesantren. Wayang Semar ditancapkan di tengah lapangan Setrojenar sebelum lakon dimainkan. Semar adalah simbol rakyat yang memiliki keberanian untuk mengajak pemimpin agar berpihak pada rakyat. (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 2: Romo Kiai Imam Zuhdi setelah menerima wayang Semar dari Camat Bulus Pesantren. Wayang Semar ditancapkan di tengah lapangan Setrojenar sebelum lakon dimainkan. Semar adalah simbol rakyat yang memiliki keberanian untuk mengajak pemimpin agar berpihak pada rakyat. (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 8: Romo Kiai Seniman Martodikromo tengah menyampaikan orasi politiknya. Dalam orasi politik yang berapi-api itu, ia menyatakan bahwa persoalan perampasan lahan rakyat Urutsewu oleh Kodam IV Diponegoro akan selesai dengan cepat kalau pihak-pihak terkait tak mempersulit persoalan yang sebenarnya mudah ini. (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 3: Romo Kiai Seniman Martodikromo tengah menyampaikan orasi politiknya. Dalam orasi politik yang berapi-api itu, ia menyatakan bahwa persoalan perampasan lahan rakyat Urutsewu oleh Kodam IV Diponegoro akan selesai dengan cepat kalau pihak-pihak terkait tak mempersulit persoalan yang sebenarnya mudah ini. (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 1: Rakyat Urutsewu mengikuti dengan hikmat Peringatan 5 tahun tragedi Setrojenar (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 4: Rakyat Urutsewu mengikuti dengan hikmat Peringatan 5 tahun tragedi Setrojenar (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 5: Paduan Suara dari Desa Setrojenar. Setelah mujahadah dan tahlil kubro, acara peringatan dibuka oleh Ibu-ibu Desa Setrojenar dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Indonesia Tanah Pusaka. (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 5: Paduan Suara dari Desa Setrojenar. Setelah mujahadah dan tahlil kubro, acara peringatan dibuka oleh Ibu-ibu Desa Setrojenar dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Indonesia Tanah Pusaka. (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 7: Sambutan dari Kepala Desa Setrojenar. Dalam orasinya Kepala Desa Setrojenar mempertanyakan kinerja Tim Mediasi yang telah bekerja sejak 14 September 2015. Sampai kini mereka tak pernah mempertanggungjawabkan hasil temuannya. (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 6: Sambutan dari Kepala Desa Setrojenar. Dalam orasinya Kepala Desa Setrojenar mempertanyakan kinerja Tim Mediasi yang telah bekerja sejak 14 September 2015. Sampai kini mereka tak pernah mempertanggungjawabkan hasil temuannya. (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 1: Inayah Wahid (Puteri Bungsu Gusdur) sedang menyampaikan orasi politiknya di hadapan rakyat Urutsewu. (Dokumentasi foto: Muslich)

Foto 7: Inayah Wahid (Puteri Bungsu Gusdur) sedang menyampaikan orasi politiknya di hadapan rakyat Urutsewu. (Dokumentasi foto: Muslich)

Foto 2: "Warga Urutsewu Rindu kedamaian. Mereka meridukan TNI yang melindungi, menghargai, dan menghormati hak-hak rakyat serta TNI yang menjaga keutuhan dan persatuan rakyat Indonesia. (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 8: “Warga Urutsewu Rindu kedamaian. Mereka meridukan TNI yang melindungi, menghargai, dan menghormati hak-hak rakyat serta TNI yang menjaga keutuhan dan persatuan rakyat Indonesia. (Dokumentasi foto Dwicipta)

Foto 3: Aksi teatrikal mahasiswa Yogya dan Purwokerto yang mengiringi naskah yang digubah oleh Kepala desa Wiromartan Romo Widodo Sunu Nugroho.

Foto 9: Aksi teatrikal mahasiswa Yogya dan Purwokerto yang mengiringi naskah yang digubah oleh Kepala desa Wiromartan Romo Widodo Sunu Nugroho.

Comments are closed.