Browse By

Petani Rembang membangun tenda di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Foto: Wong Kendeng.

Syahadat Bumi (Ibu Bumi Dilarani)

Doa yang dilantunkan Gunretno dan Sukinah–para petani Kendeng–di acara Mata Najwa kemarin malam sepertinya sedang manampar persaksian tauhid kita bersama. Lihat bait-bait doanya: “Ibu bumi wis maringi, Ibu bumi dilarani, Ibu bumi kang ngadili, La ilaha illallah, Muhammadur rasulullah” (Ibu bumi sudah memberi, ibu bumi

Aksi Jalan Kaki Sedulur Kendenga Utara dari Rembang ke Semarang. Foto: Ragil Kuswanto.

Tolak Pabrik Semen ; Laa Raiba Fiih!

Sekitar seabad  yang lalu,  Vollenhoven menerbitkan  pamflet akademik yang berjudul “Orang Indonesia dan Tanahnya”. Selama itu pula, kita  menyaksikan nalar-nalar kolonial terus dipraktikan dengan keji di bumi pertiwi ini. Perampasan ruang hidup terus  berlangsung  sebagai buah perkawinan antara korporasi dan birokrat yang kemudian melahirkan oligarki

Ilustrasi oleh Moch Dzikri

Pengakuan Seorang Mantan Petani

Disebuah Negri di Desa terpencil terlihat hamparan kehijauan dengan udara jernih yang rimbun dengan pepohonan dan gunung yang menjulang tinggi. Dengan masyarakat yang begitu ramah dan sederhana. Sederhana dalam busana yang mereka kenakan, juga sederhana dalam pemikiran serta mimpi-mimpinya. Tidak ada yang lebih baik dari

13435463_886760891451190_2098462729856108252_n

Romantika Hujan

Hujan telah tiba bersama kereta Solo-Jogja Seorang lelaki tua keluar dari pintu kereta Dengan tas lusuh dan topi pembelian isterinya Sepuluh tahun lalu dengan berat hati Ia menanam isterinya di tanah merah di sebelah mall terbaru Lelaki tua itu duduk di kursi tunggu Hujan belum